Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Korlantas Usul Swasta Terapkan WFH Saat Libur Natal-Tahun Baru

* 44,17 Juta Orang Diprediksi Bepergian saat Nataru
Redaksi - Rabu, 14 Desember 2022 09:17 WIB
458 view
Korlantas Usul Swasta Terapkan WFH Saat Libur Natal-Tahun Baru
Foto : Korlantas Polri
Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi
Jakarta (SIB)

Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengusulkan agar pelaku usaha atau perusahaan swasta memberlakukan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah saat periode liburan Natal dan tahun baru (Nataru) pada akhir Desember nanti. Firman memprediksi puncak Nataru akan terjadi pada 1 Januari 2023.

"Jadwal Natal dan tahun baru itu jatuh di hari Minggu. Puncaknya akan ada di tanggal 1 (Januari) itu justru," kata Firman dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/12).

Diketahui Komisi V DPR menggelar rapat membahas mengenai kesiapan infrastruktur dan transportasi saat liburan Nataru. Hadir pula Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, dan Kepala BMKG Dwikorita dalam rapat tersebut.

Terkait hal itu, Firman mengusulkan agar pihak swasta memberlakukan WFH bagi para karyawannya hingga 3 Januari 2023. Hal ini guna meminimalkan arus balik yang berpotensi mengakibatkan lalu lintas macet.

"Barangkali kalau bisa disampaikan kepada mereka yang memiliki karyawan yang akan melaksanakan cuti mungkin sebagian bisa di-WFH-kan dulu sampai tanggal 3 (Januari)," katanya.

"Ini imbauan untuk swasta barangkali, karena di jadwal pemerintah tidak ada lagi libur bersama," imbuhnya.

Dalam rapat itu, Firman memaparkan ada 4 target Korlantas Polri dalam pengamanan saat periode liburan Nataru nanti. Dia mengatakan pihaknya memastikan keamanan di jalur tol, arteri, dan lokasi wisata.

"Pertama, tetap memastikan keamanan, keselamatan, maupun ketertiban lalu lintas pada jalur tol, arteri, maupun lokasi wisata.

Kemudian kita juga berharap tidak menambah jumlah anggota atau masyarakat yang terkena dampak Covid," katanya.[br]




Selain itu, Firman mengatakan bakal memastikan kelancaran distribusi ketika jalur-jalur lalu lintas dipadati pemudik. Dia mengatakan pihaknya juga akan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas saat periode liburan Nataru.

"Kemudian kita juga tentunya kelancaran distribusi tetap berjalan untuk melayani masyarakat. Dan penting kami stressing untuk satuan kami menurunkan fatalitas korban laka lantas dan memperlancar arus lalu lintas," lanjut dua.



Bepergian

Terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi 16,35 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sebanyak 44,17 juta orang akan melakukan perjalanan selama masa Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

"Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT), potensi pergerakan nasional pada Nataru 2022/2023 adalah 44,17 juta orang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa.

Dalam raker yang membahas mengenai kesiapan infrastruktur dan transportasi terkait Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Menhub mengatakan bahwa jumlah potensi pergerakan masyarakat tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2021 lalu sebanyak 13 persen penduduk.

Adapun pergerakan masyarakat akan didominasi oleh kendaraan pribadi sebanyak 28,26 persen dan sepeda motor sebanyak 16,47 persen.

Sedangkan penggunaan moda terbanyak masih menggunakan angkutan jalan dengan jumlah total sekitar 67,97 persen.

Ia menyebut, provinsi asal pelaku perjalanan terbanyak diperkirakan dari wilayah Jabodetabek sebanyak 16,5 persen atau 7,1 juta orang. Kemudian disusul Jawa Timur sebanyak 14,5 persen atau 6,2 juta orang, Jawa Tengah sebanyak 13,6 persen atau 5,8 juta orang, dan selanjutnya Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Untuk provinsi tujuan pelaku perjalanan terbanyak diprediksi menuju wilayah Jawa Tengah sebanyak 19,7 persen atau 8,7 juta orang, Jawa Timur 17,5 persen atau 7,7 juta orang, Jawa Barat 14,6 persen atau 6,5 juta orang, dan sisanya menuju Jabodetabek dan Yogyakarta.[br]




"Sementara untuk Kota/Kabupaten daerah wisata menjadi tujuan terbanyak pergerakan Nataru yaitu Yogyakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Malang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bogor," ujarnya.

Lebih lanjut Menhub menyampaikan prediksi jumlah penumpang angkutan umum Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 pada moda transportasi darat (angkutan jalan) sebanyak 3,23 juta orang, atau naik 12 persen dibandingkan tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 2,87 juta orang.

Jumlah penumpang angkutan penyeberangan diprediksi sebanyak 2 juta orang, atau naik 7 persen dibandingkan tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 1,87 juta orang.

Angkutan kereta api sebanyak 5,1 juta orang, atau naik 127,6 persen dibandingkan tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 2,24 juta orang.

Angkutan udara diprediksi sebanyak 3,16 juta orang, atau naik 53,4 persen dibandingkan tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 2,06 juta orang.

Sementara untuk angkutan laut sebanyak 1,23 juta orang, atau naik 156 persen dibandingkan tahun 2021/2022 yaitu sebanyak 0,48 juta orang.

Menhub menambahkan, posko angkutan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 akan dimulai dari 19 Desember 2022 - 3 Januari 2023, khusus angkutan laut hingga 8 Januari 2023.

"Prediksi total penumpang angkutan umum Nataru ini 14,72 juta orang, naik 54,62 persen dibanding tahun lalu," katanya. (detikcom/Merdeka/c)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru