Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Gempa Bumi Dahsyat Guncang Jepang

* 62 Orang Tewas, 300 Terluka dan 200 Rumah Hangus Terbakar
Redaksi - Kamis, 04 Januari 2024 09:05 WIB
509 view
Gempa Bumi Dahsyat Guncang Jepang
Foto: Kyodo via REUTERS Memperoleh Hak Lisensi
RETAK: Warga berdiri dan duduk di atas jalan yang retak disebabkan gempa bumi di Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang, Senin (1/1), dalam foto yang dirilis oleh Kyodo. 
Tokyo (SIB)
Otoritas Jepang terus memperbarui jumlah korban tewas akibat gempa bumi kuat yang mengguncang area Prefektur Ishikawa awal tahun ini. Sejauh ini, lebih dari 60 orang dikonfirmasi tewas dan lebih dari 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Seperti dilansir AFP dan NHK, Rabu (3/1), para pejabat otoritas Prefektur Ishikawa melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi pada Senin (1/1) kembali bertambah menjadi sedikitnya 62 orang.

Otoritas Jepang mencatat gempa itu berkekuatan Magnitudo 7,6 sedangkan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS mencatat gempa itu berkekuatan Magnitudo 7,5.

Laporan seorang pejabat lokal yang enggan disebut namanya, namun bertanggung jawab atas tanggap bencana di area Ishikawa, menyebut bahwa lebih dari 300 orang mengalami luka-luka akibat gempa. Sekitar 20 orang di antaranya mengalami luka parah.

Operasi penyelamatan terus berlangsung di area Ishikawa yang terdampak gempa paling parah. Dikhawatirkan masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan rumah dan bangunan yang ambruk.

Para pejabat kota Wajima, kota pesisir di Ishikawa, melaporkan sedikitnya 25 rumah ambruk di wilayahnya. Para petugas pemadam kebakaran harus menggunakan gergaji listrik untuk bisa masuk ke dalam bangunan yang runtuh demi mengevakuasi korban yang terjebak.

Kebakaran hebat yang dipicu gempa juga menghanguskan sekitar 200 rumah di kota Wajima, tepatnya di sekitar ruas jalan Asaichi yang terkenal di pusat kota tersebut. Kebanyakan yang terbakar merupakan toko kayu.

Sementara itu di kota Suzu, yang bertetangga dengan Wajima, para pejabat setempat mengkonfirmasi bahwa lebih dari 50 rumah rata dengan tanah akibat guncangan gempa yang kuat.

Ratusan korban luka dilaporkan menjalani perawatan medis di rumah-rumah sakit yang ada di Wajima dan Suzu.

Ribuan orang lainnya yang terdampak gempa juga masih mengungsi di pusat-pusat evakuasi setempat. Pasokan air bersih di beberapa area terputus sejak gempa mengguncang, dan warga kini terpaksa mengantre untuk mendapatkan air minum.

Gempa bumi itu juga memicu tanah longsor yang memblokir sejumlah ruas jalan utama di Wajima dan Suzu. Hingga kini, beberapa ruas jalanan masih terblokir.

Dilaporkan lebih dari 45.000 rumah yang ada di area terdampak gempa masih mengalami pemadaman listrik di tengah musim dingin.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Selasa (2/1), gempa bumi kuat itu mengguncang area prefektur Ishikawa di pulau utama Honshu pada Senin (1/1) sore, sekitar pukul 16.10 waktu setempat. Lebih dari 100 gempa susulan, tercatat oleh Badan Meteorologi Jepang (JMA), mengguncang area itu hingga Selasa (2/1) pagi.

Gempa kuat itu sempat memicu peringatan tsunami, dengan gelombang laut setinggi 1,2 meter dilaporkan menerjang area pelabuhan Wajima -- salah satu area terdampak gempa di Ishikawa. Serangkaian tsunami kecil terjadi di beberapa area lainnya, namun peringatan soal gelombang tsunami yang lebih besar tak terjadi.

Banyak bangunan rusak, rumah-rumah rata dengan tanah, ruas jalanan yang retak dan kapal-kapal nelayan tenggelam atau terdampar di pantai akibat gempa dan gelombang tsunami tersebut. Lebih dari 100 bangunan di Wajima dilaporkan hangus terbakar usai gempa mengguncang.

Laporan perusahaan Listrik Hokuriku pada Selasa (2/1) waktu setempat menyebut sekitar 45.700 rumah di area Prefektur Ishikawa masih belum mendapatkan aliran listrik. Situasi ini mengkhawatirkan karena musim dingin dengan suhu udara yang sangat dingin pada malam hari sedang menyelimuti Jepang.

"Saya belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, sungguh menakutkan. Saya langsung keluar, namun tanahnya berguncang," tutur seorang warga lanjut usia yang tinggal di wilayah tersebut saat berbicara kepada media terkemuka Jepang, NHK.

"Kami berada dalam situasi yang mengerikan. Tolong datang dan bantu kami," ucap salah satu orang dalam video yang beredar di media sosial X, yang menunjukkan rumah-rumah rusak parah.

Para petugas penyelamat Jepang kini sedang berpacu dengan waktu untuk mencari dan menyelamatkan para korban selamat yang masih tertimbun puing dan reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa. Tayangan televisi setempat menunjukkan tim pemadam kebakaran merangkak di bawah gedung komersial yang ambruk di Wajima.

Gubernur Ishikawa Hiroshi Hase menyampaikan via media sosial X bahwa ruas jalanan banyak yang terputus karena tanah longsor atau karena retak akibat guncangan kuat gempa. Beberapa kapal di pelabuhan Suzu, sebut Hase, terbalik.

Menurut badan penanggulangan kebakaran dan bencana setempat, total 62.000 orang diperintahkan untuk mengungsi dari area tersebut. Sementara sekitar 1.000 orang lainnya kini ditampung di sebuah pangkalan militer setempat.

Perdana Menteri (PM) Fumio Kishida telah memerintahkan agar segala cara dikerahkan demi upaya penyelamatan korban di area-area terdampak. "Saya telah menginstruksikan (para petugas darurat) untuk mencapai area tersebut sesegera mungkin dengan menggunakan segala cara yang tersedia," ujarnya.

"Saat ini cuaca sangat dingin. Saya mengeluarkan instruksi untuk mengirimkan pasokan yang diperlukan seperti air, makanan, selimut, minyak pemanas, bensin, bahan bakar minyak, dengan menggunakan pesawat atau kapal," tutur Kishida kepada wartawan.

Sementara itu, lebih dari 1.000 personel militer Jepang dikirimkan ke area-area terdampak gempa paling parah di Semenanjung Noto yang relatif terpencil. Operasi penyelamatan korban terhambat oleh jalanan yang rusak parah dan terblokir, dengan salah satu bandara setempat terpaksa ditutup karena landasannya retak.


Tawarkan Bantuan
Dilaporkan terpisah, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menawarkan bantuan ke Jepang usai dilanda gempa magnitudo (M) 7,5.

"Sebagai sekutu dekat, Amerika Serikat dan Jepang memiliki ikatan persahabatan mendalam yang menyatukan rakyat kita," kata Biden dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir AFP, Selasa (2/1).

Biden mengatakan AS siap memberikan bantuan yang diperlukan. Dia menyebut pejabat AS juga akan berkomunikasi dengan pejabat Jepang.

"Pemerintahan saya berhubungan dengan para pejabat Jepang, dan Amerika Serikat siap memberikan bantuan apa pun yang diperlukan bagi rakyat Jepang," katanya.


Masih Mengungsi
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan sampai saat ini belum ada WNI yang menjadi korban gempa bumi di Jepang. Namun, akibat gempa ini, ada 105 WNI yang mengungsi di shelter pengungsian.

"KBRI Tokyo dan KJRI Osaka terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan simpul simpul masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban meninggal," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Muhammad Lalu Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (3/1).

Berdasarkan hasil komunikasi, ada 105 WNI yang saat ini tengah mengungsi. Mereka mengungsi di shelter yang disediakan oleh otoritas pemerintah.

"Meskipun demikian, dari hasil komunikasi dengan simpul-simpul WNI di sekitar lokasi gempa, terdapat sekitar 105 WNI yang saat ini berada di shelter-shelter yang disediakan otoritas setempat yang membutuhkan bantuan logistik," tuturnya.

Iqbal menjelaskan mereka tersebar di tiga lokasi, yaitu di Ogi, Suzu, dan Sakai. Adapun saat ini KBRI Tokyo sudah mulai mendistribusikan bantuan logistik bagi WNI terdampak gempa yang meminta bantuan. WNI juga diminta tetap waspada.

"Otoritas setempat telah mencabut peringatan tsunami. Namun tetap memperingatkan kemungkinan gempa susulan dalam sepekan ke depan," ujarnya.


RI Berduka
Indonesia juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang terjadi di Jepang. Pemerintah Indonesia berharap Jepang kembali pulih.

"Indonesia sangat berduka atas bencana gempa bumi yang terjadi di Prefektur Ishikawa dan sekitar wilayah Hokuriku di Jepang," bunyi keterangan Kemlu RI seperti dilihat di akun X, Rabu (3/1).

Kemlu RI mendoakan masyarakat Jepang yang terkena dampak gempa. Indonesia juga berharap Jepang kembali pulih.

"Indonesia menyatakan solidaritasnya dengan masyarakat Jepang, dan kami dengan tulus berharap semua yang terkena dampak bencana alam ini dapat segera pulih sepenuhnya," katanya. (Detikcom)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru