Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Cak Imin Protes Dua Panelis Debat dari Unhan

* Kemlu Harap Isu Politik Luar Negeri Jadi Perhatian Publik
Redaksi - Jumat, 05 Januari 2024 09:36 WIB
345 view
Cak Imin Protes Dua Panelis Debat dari Unhan
VIVA/Diki Hidayat
Cawapres nomor urut 01 Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Jakarta (SIB)
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memprotes dua panelis debat ketiga Pilpres berasal dari Universitas Pertahanan (Unhan). Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumimg Raka mengatakan topik dari debat yang disuguhkan memang tentang pertahanan.
"Kenapa diprotes?" kata Juru Bicara TKN Fanta Dedek Prayudi kepada wartawan usai peluncuran 'Buku Politik Gemoy: Keberpihakan Pemuda pada Prabowo-Gibran' di Area 47, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).
Dedek menjelaskan topik tersebut memang sesuai dengan kapasitas panelis dari Universitas Pertahanan. Ia menyebut protes yang masuk biarkan menjadi ranah KPU untuk menilai karena pihaknya hanya mengikuti aturan yang berlaku.
"Tapi kan topiknya memang pertahanan, tapi kan kalau misalnya diprotes dan KPU mengakomodir protesnya atau tidak mengakomodir, saya pikir itu bukan ranah TKN menilai. Biarkan saja KPU yang menilai ini ada indikasi konflik of interest atau tidak," kata Dedek.
Adapun dalam daftar 11 panelis debat yang diumumkan oleh KPU, dua di antaranya berasal dari Unhan yakni Pakar Keamanan Universitas Pertahanan Dr. Kusnanto Anggoro dan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio.
Sebelumnya, Cak Imin memprotes dua panelis debat ketiga Pilpres berasal dari Universitas Pertahanan (Unhan). Cak Imin menyebut Unhan ada di bawah naungan Menhan Prabowo Subianto yang juga merupakan salah satu capres.
"Ya terus terang saya protes, karena itu mengganggu objektivitas, karena apapun Unhan di bawah Pak Prabowo, Menhan, karena itu saya protes syukur-syukur bisa diganti," ujar Cak Imin di Ponpes Darul Muwahhidin, Garut, Jawa Barat, Kamis (4/1).


Berikut daftar 11 nama panelis debat ketiga:
1. Prof. Angel Damayanti, Ph.D (Guru Besar Bidang Keamanan Internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia)
2. Curie Maharani Savitri, Ph.D (Dosen Hubungan Internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Binus)
3. Prof. Evi Fitriani, Ph.D, (Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia)
4. Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani)
5. I Made Andi Arsana, S.T., M.E., Ph.D (Ahil Aspek Geospasial Hukum Laut Universitas Gadjah Mada)
6. Dr. lan Montratama (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Ahli Keamanan dan Pertahanan Universitas Pertamina)
7. Irine Hiraswari Gayatri, Ph.D (Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional)
8. Dr. Kusnanto Anggoro (Pakar Keamanan Universitas Pertahanan)
9. Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio (KSAL 2012-2014 dan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan)
10. Philips J. Vermonte, Ph.D (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia dan Senior Fellow CSIS)
11. Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, S.I.P. S.SI., M.T, M.SI. (Han) (Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjadjaran).



Jadi Perhatian Publik
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI berharap isu politik luar negeri di debat pilpres ketiga dapat menjadi perhatian publik. Sebab, Kemlu menilai isu politik luar negeri saat ini belum dilirik masyarakat.
"Yang jelas isu politik luar negeri belum menjadi isu yang dilirik oleh kebanyakan masyarakat," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal di Jalan Diponegoro 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).
"Kami harapkan dalam perdebatan nanti, perhatian jadi lebih besar untuk isu politik luar negeri, khususnya yang memiliki dampak langsung ke masyarakat," sambungnya.
Meski begitu, Lalu menuturkan pihaknya terbuka bagi siapa saja yang ingin memperoleh informasi dari Kemlu terkait politik luar negeri. Termasuk, kata dia, Kemlu siap memberikan bantuan kepada KPU untuk memperdalam tema tersebut.
"Kalau dari Kemlu, siapapun yang meminta informasi dari Kemlu, kita akan memberikan informasi itu. Karena itu kewajiban Kemlu seperti dalam UU Keterbukaan Informasi, jadi siapapun. Apakah parpol atau capres atau masyarakat sipil, pasti kita akan memberikan informasi yang sama," tuturnya.
Diketahui, KPU akan menggelar debat ketiga pada Minggu (7/1) di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Tema debat ketiga ialah Pertahanan, Keamanan Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik dan Politik Luar Negeri.
Debat mulai digelar pukul 19.00 WIB dengan durasi 120 menit. Debat akan disiarkan secara langsung oleh stasiun TV. (**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru