Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Korut Tembakkan Ratusan Peluru Artileri, Korsel Ungsikan Warga dan Gelar Latihan Militer

Redaksi - Sabtu, 06 Januari 2024 09:14 WIB
371 view
Korut Tembakkan Ratusan Peluru Artileri, Korsel Ungsikan Warga dan Gelar Latihan Militer
Foto: AFP
MENGUNGSI: Penduduk Korea Selatan (Korsel) dari dua pulau wilayah perbatasan mengungsi di satu tempat perlindungan, Jumat (5/1) setelah Korea Utara (Korut) menembakkan ratusan peluru artileri ke Garis Batas Utara (NLL) perbatasan kedua negara.&am
Seoul (SIB)
Marinir Korea Selatan (Korsel) menggelar latihan tembak dengan peluru artileri di pulau perbatasan Yeonpyeong. Latihan militer itu digelar beberapa jam setelah Korea Utara (Korut) menembakkan ratusan peluru artileri ke dua pulau perbatasan, yang salah satunya Pulau Yeonpyeong.

Seperti dilansir AFP, Jumat (5/1), kantor berita Yonhap melaporkan bahwa pasukan militer dari Marinir Korsel menggelar "latihan tembak artileri langsung dengan howitzer self-propelled K9" di Pulau Yeonpyeong. Latihan itu menandai latihan militer pertama di pulau perbatasan tersebut sejak Korsel dan Korut membatalkan perjanjian militer pada November tahun lalu.

Seoul memberikan reaksi keras terhadap aksi terbaru Pyongyang menembakkan lebih dari 200 peluru artileri ke dua pulau perbatasan, Pulau Baengnyeong dan Pulau Yeonpyeong, pada Jumat (5/1) pagi waktu setempat. Kedua pulau itu merupakan bagian wilayah Korsel yang ada di dekat perbatasan Korut.

Kementerian Pertahanan Korsel menyebutnya sebagai "aksi provokatif yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea" dan mendesak Korut untuk "segera menghentikan aksi".

Seoul juga memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil "langkah-langkah yang tepat" sebagai respons atas aksi Pyongyang tersebut. “Ini adalah tindakan provokatif yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea. Segera hentikan tindakan ini dan kami akan mengambil tindakan yang tepat sebagai responsnya," bunyi pernyataan Kemenhan Korsel seperti dilansir AFP.

Peluru-peluru artileri Korut itu jatuh ke zona penyangga di lautan, namun perintah evakuasi telah dikeluarkan untuk penduduk yang tinggal di pulau-pulau tersebut.

Pejabat lokal Yeonpyeong mengatakan kepada AFP bahwa warga sipil telah diminta untuk mengungsi, dan menyebut perintah tersebut sebagai "tindakan pencegahan". Para penduduk Pulau Baengnyeong juga telah diminta untuk mengungsi ke tempat yang aman.

Korut terakhir kali menembakkan peluru artileri ke zona penyangga maritim di Laut Timur pada 6 Desember 2022. Sementara pada November 2010 lalu, Pyongyang menembakkan 170 peluru artileri ke pulau Yeonpyeong hingga menewaskan empat orang, termasuk dua warga sipil. (AFP/dtknews/c)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru