Kamis, 18 Juli 2024
Deklarasi Pengawasan Persidangan Pemilu

KY: Pemilu di RI Paling Kompleks

* Dorong Masyarakat Pantau Proses Sengketa Pemilu
Redaksi - Kamis, 18 Januari 2024 09:21 WIB
218 view
KY: Pemilu di RI Paling Kompleks
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
DEKLARASI PENGAWASAN PERSIDANGAN PEMILU DAN PILKADA 2024: Ketua Komisi Yudisial (KY) Amzulian Rifai (ketiga kanan) bersama Ketua KPU Hasyim Asy’ari (kedua kanan), Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (ketiga kiri), Dekan Fakultas Hukum Universitas In
Jakarta (SIB)
Ketua Komisi Yudisial (KY) Amzulian Rifai menilai pemilu di Indonesia merupakan paling kompleks dan terbesar di dunia. Amzulian mengatakan, butuh kerja sama dari semua pihak untuk memastikan pemilu dapat berjalan lancar dan adil.

Hal itu disampaikan Amzulian dalam sambutannya di acara deklarasi pengawasan persidangan perkara pemilu dan pilkada untuk peradilan yang jujur dan adil, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (17/1). Amzulian mengatakan, KY tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan peradilan pemilu.

"Kita harus bekerja sama, karena pemilu di negara kita mungkin salah satu yang terbesar di dunia dan kompleks dalam pelaksanaannya. Maka susksenya itu memerlukan kontribusi dari kita semuanya," kata Amzulian.

Amzulian kemudian mengatakan acara deklarasi ini digelar lantaran masih memungkinkannya proses demokrasi dibawa ke pengadilan. Dia menyebut hal itu bisa dibawa dalam bentuk sengketa administrasi maupun yang lainnya.

"Oleh sebab itu, dalam tahapan ini legitimasi demokrasi kita masih harus diuji melalui proses peradilan, bagi sebagian publik kepercayaan kepada proses peradilan kita masih belum sebagaimana diharapkan," ujarnya.

Selain itu, Amzulian mengatakan pemilu dan pilkada 2024 akan dilangsungkan secara serentak. Amzulian tahapan persidangan perkara yang muncul dalam proses pemilu dan pilkada juga bagian dari rangkaian pemilu.

"Persidangan ini tentu menjadi arena di mana sengketa tersebut diselesaikan secara hukum, agar proses persidangan berjalan dengan baik, maka perlu adanya pengawasan jalannya persidangan dengan cara melakukan pemantauan persidangan," jelas dia.

Amzulian menuturkan pihaknya ingin memastikan proses persidangan pemilu dapat mencerminkan tiga hal. Di antaranya, integritas, tidak diskriminatif dan adil, serta transparan.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, dan perwakilan dari Kementerian dan Perludem. Berikut deklarasi pengawasan persidangan perkara pemilu dan pilkada untuk peradilan yang jujur dan adil:

Dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim, demi mewujudkan peradilan yang jujur dan adil dalam persidangan perkara pemilu dan pilkada tahun 2024, maka Komisi Yudisial bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi, berkomitmen:

1. Berpartisipasi untuk terselenggaranya pemilu dan pilkada yang jujur dan adil;

2. Turut aktif dalam mencegah pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim, serta melakukan pemantauan persidangan perkara pemilu dan pilkada;

3. Mendorong kesadaran masyarakat melakukan pemantauan secara mandiri terhadap proses serta sengketa perkara pemilu dan pilkada. (detikcom/c)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rampok dan Tinju Perempuan, WNI Ditangkap di Jepang
Pengamat Tanggapi Rencana Pemerintah Mewajibkan Semua Kendaraan Bermotor Ikut Asuransi
Sabam Sirait Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Dr RE Nainggolan MM Berterima Kasih kepada Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni
Kejari Batubara Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Software di Disdik
Sukseskan Tahapan Pilkada, KPU Batubara Ikuti Orientasi Tugas di Jakarta
Kejari Binjai Ingatkan KPU dan Bawaslu Gunakan Dana Hibah Pilkada sesuai Prosedur
komentar
beritaTerbaru