Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 10 Agustus 2026

Massa Mahasiswa Nyaris Ricuh di Depan Gedung DPRD Sumut

Firdaus Peranginangin - Jumat, 23 Agustus 2024 16:44 WIB
388 view
Massa Mahasiswa Nyaris Ricuh di Depan Gedung DPRD Sumut
Foto: SNN/Firdaus Peranginangin
NYARIS RICUH: Ratusan mahasiswa tergabung dalam PMKRI, GMKI dan GMNI nyaris membuat kericuhan di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (23/8/2024).
Medan (harianSIB.com)
Ratusan mahasiswa tergabung dalam PMKRI, GMKI dan GMNI nyaris ricuh di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (23/8/2024), karena ingin memaksa masuk ke gedung dewan tapi mendapat halangan dari aparat kepolisian yang melakukan pagar betis di depan pintu gerbang utama sebelah luar rumah rakyat tersebut.


Dengan berteriak-teriak seraya memaksa masuk ke gedung dewan sembari menggoyang-goyang pintu gerbang utama gedung dewan, massa ingin merubuhkan pagar, sehingga sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.


Situasi pun sempat mencekam saat pengunjuk rasa mulai bereaksi dengan maksud merubuhkan pintu gerbang dewan, saat bersamaan terjadi lemparan botol minuman mineral, sehingga aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga-jaga di luar dan dalam gedung dewan berusaha menghindar.


BAKAR BAN: Massa pengunjuk rasa membakar ban bekas di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (23/8/2024). (Foto: SNN/Firdaus Peranginangin).

Namun berkat pendekatan yang dilakukan aparat kepolisian di lapis pertama di luar gedung dewan yang sejak awal melakukan pengamanan dengan pagar betis, situasi kembali mereda, sehingga mahasiswa menghentikan aksinya menggoyang-goyang pintu gerbang gedung dewan.


Dalam orasinya, massa PMKRI, GMKI dan GMNI secara tegas menolak tindakan DPR RI yang melakukan pembangkangan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Undang-undang Pilkada. Padahal putusan MK sudah bersifat final dan mengikat.


Setelah beberapa saat melakukan orasi, massa pengunjuk rasa melakukan pembakaran ban bekas, tapi dicegah aparat kepolisian, sehingga terjadi lagi aksi dorong-dorongan dan pelemparan botol berisi minuman mineral yang sebagian ada yang mengenai aparat.


Melihat situasi tersebut, akhirnya aparat keamanan membiarkan pengunjuk rasa melakukan pembakaran ban bekas, sehingga asapnya mengepul. Terlihat aparat kepolisian yang tidak ada jarak sejengkal pun dengan massa, tetap tenang dan tidak terpancing emosi.


Perlu diketahui, penjagaan gedung dewan saat itu memang diperketat, dilakukan secara berlapis. Di pintu gerbang luar atau di dekat Jalan Imam Bonjol dibuat pagar betis aparat kepolisian dan sebelah dalam pagar gedung dewan dibariskan Satpol PP dan agak jauh di halaman gedung dewan disiagakan mobil pengurai massa dan sejumlah personil kepolisian.


Hingga berita ini dikirim ke redaksi, aksi massa tetap berlangsung di gedung dewan dengan melakukan bakar ban bekas, sehingga asapnya mengepul ke udara.(**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru