Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Waspadai Kekeringan Pertanian dan Kebakaran!

* Selama 2024 Terjadi Gempa Bumi 1.845 di Sumut
Redaksi - Kamis, 09 Januari 2025 09:53 WIB
205 view
Waspadai Kekeringan Pertanian dan Kebakaran!
Foto : Syaren Situmorang
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho.
Medan (SIB)
Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Hendro Nugroho ST MSi mengatakan, curah hujan untuk 2025 diprediksi mendekati kondisi normal meskipun terdapat potensi La Nina lemah pada awal tahun. Namun demikian, terus meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi dari tahun ke tahun harus menjadi perhatian dan kewaspadaan semua pihak.

Sejumlah lebih dari 95 persen dari total kejadian bencana tersebut adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung, cuaca ekstrem dan kekeringan.

Hal tersebut disampaikan Hendro Nugroho terkait Kaleidoskop Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sumut 2024 kepada wartawan, seperti disiarkan Harian SIB, Rabu (8/1) di kantor BMKG Jalan Ngumban Surbakti Medan, dalam rangka penyebarluasan informasi kebencanaan dari aktivitas cuaca, iklim dan gempa bumi yang telah terjadi pada tahun 2024.

Hendro Nugroho yang didampingi Kepala Basarnas Medan Mustari dan Kepala BPBD Provinsi Sumut Tuahta Ramajaya Saragih AP MSi serta para pejabat BMKG Sumut menyampaikan, kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi sepanjang tahun 2024 sebanyak 108 kejadian, dimana di bulan Oktober 2024 adalah waktu terbanyak terjadi bencana.

"Secara umum disebabkan karena adanya konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumut serta adanya faktor global IOD negatif dan faktor regional MJO yang berada di kuadran 3 (Samudera Hindia)," ungkap Hendro Nugroho, sembari mengingatkan, potensi kejadian banjir dan longsor perlu diwaspadai pada awal tahun 2025 dan akhir 2025 yang merupakan periode musim hujan.

Sedangkan potensi kekeringan dan dampak turunannya pada pertanian dan kebakaran hutan, menurut Hendro Nugroho, tetap perlu diwaspadai pada musim kemarau 2025, meskipun curah hujan cenderung bersifat Atas Normal pada periode Juli-September 2025, karena data catatan bencana menunjukkan bahwa setiap tahun selalu ada kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Menurut catatan BMKG Sumut, untuk tahun 2024 jumlah total gempa bumi sebanyak 1.845 kejadian dengan 57 di antaranya dirasakan namun tidak ada satupun yang menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat.

Hendro Nugroho menjelaskan, tingkat aktivitas gempa bumi di wilayah Aceh dan Sumut tahun 2024 sebanyak lebih dari 55 persen dipengaruhi oleh akibat aktivitas patahan/sesar dan sisanya merupakan dampak dari aktivitas tumbukan Lempeng Indo-Aistralia. Distribusi kedalaman hiposenter gempa bumi didominasi ada kedalaman dangkal (dept < 60 km) sebanyak 83 persen dari total gempa selama tahun 2024.

Kepala BPBD Provinsi Sumut Tuahta Saragih mengatakan, apa yang dilakukan BMKG Sumut dalam menyampaikan informasi tentang cuaca dan iklim sudah baik sebagai bahan untuk introspeksi dan siap siaga. Ia mengapresiasi BMKG yang selama ini berkolaborasi dengan baik terhadap BPBD Sumut.

Pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana daerah) menurutnya, sudah melakukan kegiatan edukasi dan informasi untuk penguatan kesiapsiagaan kabupaten dan kota. Disisi lain ia berharap informasi yang diberikan BMKG supaya digunakan untuk kesiapsiagaan semua elemen termasuk masyarakat.

Kepala Basarnas Medan Mustari juga mengakui informasi dari BMKG sangat berharga dan bermanfaat untuk kesiapan Basarnas maupun masyarakat.

"Isu soal akan terjadi gempa bumi bisa kita prediksi tapi kapan waktunya sulit kita tentukan. Lebih baik gempa kecil kecil dan tidak ada korban dari pada sekali gempa bumi tapi besar," ujarnya.

Acara penyampaian Kaleidoskop BMKG Sumut juga dihadiri mewakili instansi terkait di Sumut, seperti mewakili Dinas Kominfo, Dinas BLH, BWSS, dosen perguruan tinggi dan mahasiswa. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru