Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Zetro Leonardo Purba Bukan Diplomat, Tapi Penata Kanselerai di KBRI Peru

Redaksi - Selasa, 02 September 2025 21:38 WIB
163 view
Zetro Leonardo Purba Bukan Diplomat, Tapi Penata Kanselerai di KBRI Peru
Foto: Instagram/ @indonesiainmelbourne
Zetro Leonardo Putra yang tewas akibat ditembak di Peru.
Jakarta(harianSIB.com)

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Zetro Leonardo Purba yang tewas ditembak di kota Lima, Peru, adalah Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN) kelompok 2, penata kanselerai, bukan diplomat.


Arrmanatha pun mengucapkan belasungkawa atas tewasnya pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) itu.

"Saya secara pribadi dan seluruh Kementerian Luar Negeri menyampaikan dukacita yang mendalam terhadap terjadinya penembakan terhadap Penata Kanselerai di KBRI Lima di Peru, saudara Zetro Leonardo Purba," kata Arrmanatha di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2025) dikutip kompas.com

Pria yang karib disapa Tata ini menyampaikan, kejadian penembakan itu terjadi ketika Zetro hendak memasuki gedung apartemennya. Ia lalu ditembak oleh orang yang tidak dikenal.

"Dan langsung oleh polisi setempat dibawa lari ke rumah sakit. Namun tidak tertolong," tutur Tata.

Setelah peristiwa berlangsung, KBRI Lima di Peru langsung berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat.

Tata mengatakan, KBRI telah meminta agar kasus ini segera diinvestigasi secara tuntas.

KBRI juga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku di Peru, jika pelakunya berhasil ditemukan.

Lebih lanjut, Tata mengungkapkan, Zetro meninggalkan satu orang istri dan tiga orang anak.

Saat ini, KBRI tengah membahas proses repatriasi dan pemulasaraan jenazah dengan pihak keluarga yang bakal memakan waktu sekitar lima hari kerja.

"Membutuhkan waktu sekitar lima hari kerja untuk proses dari segi otopsi. Karena ini adalah tindakan kriminal, jadi perlu ada otopsi. Dan untuk jenazah bisa dipulangkan atau dikeluarkan dari rumah sakit atau dibawa pulang apabila itu kehendak dari keluarga," jelas Tata.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Peru.

Sugiono meminta agar kasus ini ditangani secara serius, investigasi dilakukan secara terbuka, dan pelakunya segera ditangkap.

Hari ini, Duta Besar Peru untuk Indonesia telah menyambangi Kementerian Luar Negeri untuk bertemu dengan Dirjen Amerika Eropa. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru