Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 25 Mei 2026

Mendikti Saintek Prihatin Kasus Perundungan Mahasiswa Unud, DPR Desak Kampus Aktifkan Satgas Kekerasan

Redaksi - Senin, 20 Oktober 2025 11:47 WIB
1.835 view
Mendikti Saintek Prihatin Kasus Perundungan Mahasiswa Unud, DPR Desak Kampus Aktifkan Satgas Kekerasan
Foto Dok/IG
Mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali, Timothy Anugerah Saputra (22), yang meninggal dunia di lingkungan kampus.

Jakarta(harianSIB.com)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus perundungan terhadap mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali, Timothy Anugerah Saputra (22), yang meninggal dunia di lingkungan kampus. Ia langsung menghubungi Rektor Unud untuk meminta penjelasan terkait kasus tersebut.

"Kami sangat kaget dan prihatin atas musibah yang menimpa Timothy. Kami sudah menghubungi Pak Rektor dan meminta penjelasan lengkap," ujar Brian di Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025) malam.

Brian mengatakan pihaknya berduka dan menaruh simpati terhadap keluarga korban. Ia meminta kampus menjalin komunikasi intens dengan pihak keluarga untuk membantu pemulihan mereka. "Kami ingin memastikan apa pun yang dibutuhkan keluarga bisa terpenuhi," ujarnya.

Ia menegaskan, kampus harus menjadi ruang aman dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. "Kita sudah punya Permendikbud tahun 2024 yang mengatur pencegahan dan penanganan kekerasan di kampus. Itu harus ditegakkan," tegas Brian.

Baca Juga:
Menurutnya, Rektor Unud telah membentuk tim investigasi dan melakukan pendampingan bagi keluarga korban serta memastikan situasi kampus tetap kondusif. "Ini refleksi bagi semua, termasuk kementerian dan civitas akademika, agar lebih peka terhadap kondisi mahasiswa," tambahnya.

Sementara itu, Komisi X DPR RI juga menyoroti kasus tersebut. Ketua Komisi X, Hetifah Sjaifudian, mendesak seluruh perguruan tinggi segera mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) serta membuka kanal pelaporan yang aman bagi mahasiswa.

"Kami tidak ingin tragedi ini berlalu tanpa makna. Setiap kampus harus introspeksi dan memastikan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan manusiawi," kata Hetifah dalam pernyataan resminya, Minggu (19/10/2025).

Ia menegaskan, perguruan tinggi harus melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan tindak lanjut yang transparan serta adil bagi semua pihak. "Kampus adalah tempat belajar, bukan tempat menekan atau mempermalukan seseorang," ujarnya.

Komisi X juga meminta Kemendikti Saintek turun langsung meninjau kasus ini serta menegakkan aturan bagi pelaku perundungan. DPR berkomitmen memantau perkembangan penyelidikan hingga tuntas.

Diketahui, enam mahasiswa Unud diberhentikan tidak dengan hormat dari organisasi kemahasiswaan setelah diduga terlibat dalam percakapan nir-empati usai kematian Timothy pada Rabu (15/10/2025).

Empat mahasiswa berasal dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP Unud, yakni Vito Simanungkalit, Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama, Maria Victoria Viyata Mayos, dan Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana. Dua lainnya adalah Leonardo Jonathan Handika Putra dari BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan serta Putu Ryan Abel Perdana Tirta dari DPM FISIP Unud.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian Timothy. "Kami masih mendalami apakah korban bunuh diri atau ada unsur lain," ujarnya, Sabtu (18/10/2025).

Wakil Dekan I FISIP Unud, Made Anom Wiranata, menambahkan, pihak kampus belum menjatuhkan sanksi akademik terhadap mahasiswa yang membuat komentar nir-empati. "Kami akan berkoordinasi dengan program studi dan dosen pengampu untuk menilai aspek etika dan moral mahasiswa," jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian nasional dan diharapkan menjadi momentum pembenahan budaya kampus agar lebih beradab dan menghargai sesama mahasiswa.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pencuri Spesialis Coblos Ban ke Turis di Bali Ditangkap
Pemko Tanjungbalai Bantu Rizki Kaisar Balita Penderita Cairan di Kepala
PKK Pakpak Bharat Gelar Lomba Bulan Balita
Rizki Kaisar Balita Penderita Hydrosephallus Butuh Uluran Dermawan di Tanjungbalai
Ada Masalah Teknis, Citilink QG 936 Putar Balik ke Soekarno-Hatta
Daftarkan Hak Paten, Kerajinan Perak Celuk Bali Sudah Mendunia
komentar
beritaTerbaru