Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 07 Mei 2026

Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Jalinsum, 16 Tewas Terbakar

Redaksi - Rabu, 06 Mei 2026 21:15 WIB
183 view
Bus ALS Tabrakan dengan Truk Tangki BBM di Jalinsum, 16 Tewas Terbakar
harianSIB.com/Istimewa
Bus Proses evakuasi 16 orang yang tewas terbakar pada kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalur Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (6/5/2026).

Muratara(harianSIB.com)

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.39 WIB. Bus ALS bertabrakan frontal dengan truk tangki BBM hingga menyebabkan kebakaran hebat yang menewaskan 16 orang.

Benturan keras membuat kedua kendaraan terbakar dan menimbulkan kobaran api besar. Sebagian korban dilaporkan tewas dalam kondisi hangus terbakar di dalam kendaraan.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin, mengatakan bus ALS yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi diduga masuk ke jalur berlawanan sebelum tabrakan terjadi.

"Bus diduga mengambil jalur lawan sehingga terjadi benturan keras," ujar Iin Shodikin, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:
Usai tabrakan, percikan api dari tangki BBM memicu kebakaran besar yang dengan cepat melahap badan bus dan truk. Satu unit sepeda motor di sekitar lokasi juga ikut terbakar akibat panas ekstrem.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, menyebut korban meninggal dunia mencapai 16 orang. "Korban meninggal 14 dari bus dan dua dari truk tangki," katanya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemukiman Warga dan Jalinsum P Siantar-Parapat Banjir
Petugas Berjibaku Jinakkan Kebakaran California, Jumlah Korban Tewas Bertambah
Beram Jalinsum Pematangsiantar-Parapat Ditimbun
Hujan Lebat, Jalinsum Pematangsiantar-Parapat di Nagori Pondok Bulu Tertimbun Tanah Longsor
Politisi PDIP: Pekerjaan ‟Patching‟ di Jalinsum Lubukpakam Terkesan Hamburkan Uang Negara
Pekerjaan Patching di Jalinsum Lubukpakam Belum Tiga Bulan Sudah Kupak-kapik
komentar
beritaTerbaru