Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Kasus Sangat Langka, Hantavirus Diduga Menular Antarmanusia

Redaksi - Sabtu, 09 Mei 2026 18:18 WIB
1.782 view
Kasus Sangat Langka, Hantavirus Diduga Menular Antarmanusia
REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi Hantavirus.

Alicante(harianSIB.com)

Otoritas kesehatan Spanyol menduga adanya penularan hantavirus antarmanusia. yaitu dari korban meninggal ke orang lain yang satu pesawat dengannya.

Pihak berwenang di "Negeri Matador" pun langsung melakukan tes medis terhadap wanita di Kota Alicante, yang diduga terinfeksi hantavirus.

Wanita tersebut satu pesawat dengan warga Belanda yang meninggal akibat virus yang sama.

Menteri Kesehatan Spanyol Javier Padilla mengonfirmasi, pasien tersebut saat ini menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

"Wanita itu gejala utamanya terkait batuk-batuk saat di rumah keluarganya," ujar Padilla kepada wartawan, Jumat (8/5/2026), dikutip dari kompas.com

Sebagai langkah antisipasi, pasien ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit untuk menjalani serangkaian pemeriksaan ketat.

"Ia ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit, untuk tes PCR yang hasilnya kami harapkan keluar dalam 24 jam," tambah Padilla.

Padilla menekankan bahwa kemungkinan penularan dalam kasus ini tergolong kecil.

Berdasarkan data manifes penerbangan, posisi duduk pasien tersebut berada dua baris di belakang korban meninggal.

"Harus dikatakan ini kasus yang sangat tidak mungkin. Seseorang (tertular) duduk dua baris di belakang orang yang meninggal karena hantavirus," tegasnya.

Selain kasus di Alicante, otoritas terkait juga memantau dua penumpang lain dalam penerbangan yang sama.

Sumber Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebutkan, wanita asal Afrika Selatan sempat menetap di Barcelona selama seminggu sebelum kembali ke negaranya.

Saat ini, ia dilaporkan tidak menunjukkan gejala.

"Selama tinggal di sana, ia tinggal sendirian di hotel dan tidak melakukan kontak dekat," ungkap sumber tersebut.

Kementerian Kesehatan Spanyol baru-baru ini juga mengidentifikasi penumpang ketiga, yakni wanita tanpa gejala yang kini dikarantina di Catalonia. Identitasnya sempat terlewat karena adanya perubahan posisi kursi di pesawat.

Kasus-kasus hantavirus ini bermula dari meninggalnya wanita asal Belanda yang merupakan istri korban pertama dari wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Maskapai KLM melaporkan, wanita tersebut sedianya terbang dari Johannesburg menuju Belanda pada 25 April 2026, tetapi harus diturunkan dari pesawat sebelum lepas landas karena kondisi kesehatannya.

Pasien lalu dinyatakan meninggal dunia pada 26 April di rumah sakit Johannesburg. Hasil tes medis mengonfirmasi bahwa ia positif hantavirus. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru