Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Eropa Terpanggang! Suhu Nyaris 40 Derajat, Satwa Liar dan Infrastruktur Terancam

Redaksi - Senin, 22 Juni 2026 11:56 WIB
397 view
Eropa Terpanggang! Suhu Nyaris 40 Derajat, Satwa Liar dan Infrastruktur Terancam
REUTERS/Tom Nicholson
"Seorang wisatawan yang memegang payung untuk melindungi dirinya dari terik matahari berjalan di kawasan Trocadero di dekat Menara Eiffel saat gelombang panas awal musim panas melanda Paris, Prancis, 1 Juli 2025."

Jakarta(harianSIB.com)

Gelombang panas ekstrem tengah mencengkeram sebagian besar wilayah Eropa. Suhu udara nyaris menyentuh 40 derajat Celcius, memicu peringatan nasional, mengacaukan sistem transportasi, hingga mengancam keselamatan satwa liar.

Mengutip laporan Reuters dan melansir CNBC Indonesia, Senin (22/6/2026), lonjakan ini bertepatan dengan titik balik matahari belahan utara, menimbulkan kekhawatiran cuaca ekstrem datang lebih awal dan bertahan lebih lama.

Panas ini didorong massa udara panas dari Gurun Sahara ke utara, dibawa oleh sistem tekanan tinggi yang disebut Antisiklon Afrika. Hasilnya terbentuklah "kubah panas" yang memerangkap udara di atas Eropa Barat dan Tengah, membuat suhu terus naik setiap harinya.

Baca Juga:

Di Italia, otoritas menetapkan siaga merah di delapan kota besar, Milan, Florence, Bologna, Turin, dan lainnya demi melindungi warga dari risiko penyakit akibat panas. Di Spanyol, badan meteorologi AEMET mengeluarkan peringatan merah dan oranye suhu diprediksi tetap di kisaran 39–40 derajat Celcius hingga pertengahan minggu.

Panas juga melumpuhkan layanan vital. Operator kereta nasional Prancis, SNCF, membatalkan 71 perjalanan antarkota hingga Senin. Kepala SNCF Jean Castex menjelaskan suhu tinggi merusak kabel listrik dan memuai rel. Sebanyak 3.500 staf dikerahkan memantau, serta 2.000 kru tambahan melakukan perbaikan darurat.

Di Jerman, cuaca berubah drastis, panas disusul badai petir hebat di wilayah timur termasuk Berlin, memaksa penyelenggara mengevakuasi turnamen tenis Berlin Open demi keselamatan.

Baca Juga:

Dampak menyayat hati dirasakan satwa liar. Pusat penyelamatan dekat Namur, Belgia, menampung sekitar 150 hewan yang stres berat akibat panas dalam beberapa hari terakhir. Romain De Jaegere, pendiri CREAVES, menyebut anak burung kini lebih memilih melompat jatuh dari sarang daripada terpanggang hidup-hidup. Pusat rehabilitasi di seluruh Belgia kini kewalahan menerima limpahan hewan sakit.

Para ahli lingkungan menegaskan kejadian ini bukan sekadar cuaca biasa. Ini cerminan nyata perubahan iklim global: gelombang panas di Eropa kini makin sering, makin dahsyat, dan datang lebih cepat dari biasanya. Fenomena ini menjadi pengingat nyata bahwa dampak pemanasan bumi sudah kita rasakan saat ini juga.(*)

Baca Juga:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
El Rumi Lamar Syifa Hadju di Lereng Gunung Alpen, Al Ghazali Lamar Kekasihnya di Danau Como Italia
Wisatawan Mancanegara ke Sumut Agustus Tembus 30 Ribu
Giorgio Armani Wafat, Tinggalkan Rp198 Triliun tanpa Pewaris
Imigrasi Dongkrak Populasi Uni Eropa ke Angka Tertinggi: 450 Juta Jiwa
Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Landa Turki, 50 Ribu Warga Mengungsi
Guncangan Ekonomi Baru? Utang Negara Maju G7 Meledak
komentar
beritaTerbaru