Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 24 Juni 2026

Prabowo Ungkap Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp2.500 Triliun per Tahun, Akui Gaji Guru dan PNS Masih Rendah

Redaksi - Selasa, 23 Juni 2026 20:33 WIB
123 view
Prabowo Ungkap Kebocoran Kekayaan Negara Capai Rp2.500 Triliun per Tahun, Akui Gaji Guru dan PNS Masih Rendah
Foto: Dok/Detikcom
Presiden Prabowo Subianto

Jawa Timur(harianSIB.com)

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan besarnya kebocoran kekayaan negara menjadi salah satu penyebab terbatasnya kemampuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga pendidik. Menurutnya, kerugian negara akibat kebocoran tersebut mencapai sekitar Rp2.500 triliun setiap tahun.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan, keterbatasan anggaran negara tidak terlepas dari praktik penyalahgunaan dan kebocoran kekayaan negara yang selama ini terjadi.

"Saya ingin sampaikan dalam forum ini karena saya ingin saudara-saudara NU sebagai pemimpin, sebagai ulama, sebagai guru, sebagai pembimbing rakyat, harus mengerti kenapa gaji guru tidak bisa baik, kenapa gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang. Karena uangnya tidak ada, diambil terus," kata Prabowo, sebagaimana dilansir Detikcom.

Baca Juga:
Prabowo mengatakan, pemerintah telah melibatkan para ahli untuk menghitung besaran kerugian negara akibat kebocoran tersebut. Berdasarkan perhitungan yang diterimanya, nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar 150 miliar dolar AS atau setara Rp2.500 triliun per tahun.

"Kebocoran kita hitung, para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih 150 miliar dolar AS tiap tahun, Rp2.500 triliun tiap tahun. Dan ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengaku terkejut dan prihatin setelah mengetahui besarnya kekayaan negara yang hilang selama bertahun-tahun. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut bukan untuk saling menyalahkan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama untuk diperbaiki.

"Saya baru kurang lebih 18 bulan memimpin pemerintahan. Saya sendiri syok, terkejut, sedih melihat berapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini. Ini bukan kita cari kesalahan, kita anggaplah ini suatu kelalaian kita bersama," katanya.

Prabowo menegaskan, dirinya berkomitmen menjaga kekayaan negara dan memastikan seluruh sumber daya nasional dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

"Saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat. Karena itu, saya harus melaksanakan yang terbaik yang bisa saya laksanakan supaya saya tidak ingkar sumpah saya kepada bangsa dan rakyat," tegasnya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kepala Bappenas: Negara Maju Banyak Pengusaha, Bukan PNS
Hingga September 2018, KPR untuk ASN dari Bank Mandiri Rp 700 M
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Roy Fachraby Ginting: Kenaikan Gaji PNS Harusnya Diimbangi Tanggung Jawab Lebih Besar
Gaji Naik, Masyarakat Sergai Harapkan Kinerja ASN Lebih Baik
Wali Kota Padangsidimpuan Larang ASN Gunakan Gas Bersubsidi 3 Kg
komentar
beritaTerbaru