Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 03 Agustus 2026

Bentrokan di Perbatasan Melilla Kembali Pecah: 50 Imigran Ditangkap, Pos Beni Ansar Ditutup

Redaksi - Minggu, 02 Agustus 2026 09:59 WIB
310 view
Bentrokan di Perbatasan Melilla Kembali Pecah: 50 Imigran Ditangkap, Pos Beni Ansar Ditutup
Foto: Dok/BBC
Pemerintah Spanyol mengerahkan serdadu militer ke wilayah perbatasannya untuk memperkuat keamanan.

Spanyol (harianSIB.com)

Ratusan imigran kembali terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan Maroko saat berupaya menerobos perbatasan menuju Melilla, wilayah otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara, Sabtu (1/8/2026). Insiden itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan berujung pada penangkapan puluhan imigran.

Rekaman video yang beredar di media sosial dan sejumlah media lokal Maroko memperlihatkan aksi saling dorong serta konfrontasi sengit antara kelompok imigran dan aparat keamanan di kawasan perbatasan.

Portal berita Hibapress sebagaimana dilansir Antara melaporkan, bentrokan terjadi setelah ratusan imigran mencoba melakukan penyeberangan massal melalui pos lintas perbatasan menuju Melilla. Dalam insiden tersebut, sejumlah petugas keamanan maupun imigran dilaporkan mengalami luka-luka.

Otoritas Maroko disebut telah mengamankan 50 orang yang diduga terlibat dalam upaya penerobosan tersebut.

Baca Juga:
Akibat gelombang percobaan penyeberangan yang terus berulang, Pos Perbatasan Beni Ansar yang menghubungkan Kota Beni Ansar di Maroko dengan Melilla ditutup selama dua hari berturut-turut. Penutupan jalur darat itu berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat, terutama warga diaspora Maroko yang hendak kembali ke negaranya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan sekitar 48.300 orang telah kembali ke Maroko hingga Jumat (31/7) pukul 16.00 GMT atau 23.00 WIB. Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 60.000 imigran yang sebelumnya memasuki wilayah Ceuta dalam beberapa hari terakhir.

Otoritas Spanyol juga mengungkapkan korban jiwa terus bertambah akibat krisis migrasi tersebut. Sejumlah imigran dilaporkan tewas setelah tenggelam saat berenang menuju Ceuta, sementara korban lainnya meninggal karena terinjak-injak di dekat pagar perbatasan.

Hingga kini, jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi di wilayah Spanyol mencapai 57 orang. Tim penyelamat masih melanjutkan operasi pencarian karena dikhawatirkan masih ada korban yang belum ditemukan.

Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu warga Maroko memadati kawasan perbatasan Ceuta dan Melilla dengan harapan dapat memasuki wilayah Spanyol sebelum melanjutkan perjalanan ke negara-negara Eropa melalui jalur migrasi nonprosedural.

Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah kantong milik Spanyol yang berada di pesisir utara Maroko. Keduanya menjadi satu-satunya perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika, sehingga kerap menjadi titik utama arus migrasi menuju Eropa. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ribuan Migran Tembus Ceuta, Spanyol Kerahkan Aparat
Profil Michael Steven, Bos Kresna Life yang Ditangkap di Maroko
Gen Z Maroko Berunjuk Rasa, Tuntut Reformasi Pendidikan-Kesehatan
Afrika dalam Darurat Mpox, 77.800 Kasus dengan Kematian Tinggi
Hari Ini, Indonesia Laga Hidup dan Mati Lawan Maroko
Indonesia Tahan Imbang Panama, Wajib Menang Lawan Maroko di Laga Terakhir
komentar
beritaTerbaru