Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 09 September 2026

Putri Mahkota Swedia Kunjungi Desa Adat Karang Bajo, Pelajari Kearifan Lokal Jaga Lingkungan

Redaksi - Rabu, 09 September 2026 12:13 WIB
151 view
Putri Mahkota Swedia Kunjungi Desa Adat Karang Bajo, Pelajari Kearifan Lokal Jaga Lingkungan
Foto: Dok/Lombok Post
Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée melihat hasil kerajinan tenun masyarakat adat Bayan.

Kunjungan tersebut juga diwarnai momen menarik ketika rombongan berjalan kaki menuju perkampungan. Seorang tokoh adat senior Bayan, Raden Gederip, menyapa Putri Victoria dan mengajaknya berbincang menggunakan bahasa Swedia.

Raden Gederip diketahui pernah tinggal di Swedia selama tiga bulan pada 1992 bersama antropolog asal Swedia, Sven Cederroth. Pertemuan tersebut menjadi momen hangat yang menarik perhatian masyarakat dan kemudian ramai dibagikan di media sosial.

Kunjungan Putri Victoria menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat adat memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Upaya menjaga hutan dan mata air dilakukan bersamaan dengan pelestarian budaya serta keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Dari Desa Adat Karang Bajo, pesan mengenai pentingnya pengetahuan masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan turut mendapat perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketum N4J Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sulteng dan NTB
Sebulan Terdampar di NTB, Lestarius Hia Bantu Pemulangan Ikhtiar ke Gunungsitoli
Jokowi Serahkan Rp 264 M untuk Perbaikan Rumah Korban Gempa NTB
Loka Penelitian Galang Deliserdang Kirim 150 Kambing Boerka ke NTB
JK: Tanggap Darurat NTB Berakhir Hari Ini, Disiapkan Rp4 T untuk Rehab
Istana: Anggaran Penanganan Bencana NTB Capai Rp 4 T, Bukan Rp 38 M
komentar
beritaTerbaru