Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

DPRDSU Siap Fasilitasi Pengadaan 200 Hektar Lahan untuk Relokasi 389 KK Pengungsi Sinabung

*Desak BNPB Segera Cairkan Rp67 Miliar Anggaran Bangun Rumah Pengungsi, *Wagubsu Tinjau Hibah 20 ha Tanah Yayasan Budha Tzu Chi, *KEmenterian PErtanian Bantu Bibit Holtikultura di Lahan 100 Ha
- Kamis, 13 Februari 2014 10:31 WIB
606 view
 DPRDSU Siap Fasilitasi Pengadaan 200 Hektar Lahan untuk Relokasi 389 KK Pengungsi Sinabung
Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut Pt Layari Sinukaban, SIP menyatakan siap memfasilitasi Pemprovsu dan Pemkab Karo untuk pengadaan 200 hektar lahan tempat relokasi pengungsi erupsi Gunung Sinabung dari 3 desa (Desa Simacem, Bekerah dan Sukameriah) Kabupaten Karo, agar masyarakat yang berada di “zona merah” Gunung Sinabung ini bisa “membangun” kembali perkampungan dan areal pertaniannya di lokasi yang baru.

“Kita sudah temukan 200 hektare lahan di wilayah Kecamatan Tigapanah Karo, sangat cocok tempat relokasi pengungsi dari 3 desa yang dihuni  1.255 jiwa dan terdiri dari 389 KK. Jaraknya tidak jauh dari Kota Kabanjahe, hanya berjarak sekitar 20 Km. Di areal itu bisa dibangun perkampungan baru plus lahan pertanian bagi para pengungsi,” ujar Layari Sinukaban kepada wartawan, Rabu (12/2/2014) di DPRD Sumut menanggapi sulitnya Pemprovsu dan Pemkab Karo menyediakan lahan pertanian bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung.

Lahan seluas 200 hektare tersebut, tambah Wakil Ketua FP Demokrat ini, tidak terkait dengan silang-sengketa maupun konflik agraria, apalagi masuk kawasan hutan lindung, sehingga sangat cocok untuk para pengungsi sebagai alternatif tempat tinggal maupun areal pertanian baru, sebelum Gunung Sinabung benar-benar aman dari erupsi.

“Lahan ini sangat tepat  untuk relokasi, sehingga penderitaan pengungsi  bisa segera terobati. Sekaranglah saatnya pemerintah merealisasikan janji-janjinya menyediakan lahan pertanian maupun tempat tinggal, agar  mereka dapat hidup normal melakukan aktifitasnya dengan bertani di lahan yang baru,” ujar Layari sembari menambahkan, rencana relokasi hendaknya jangan sekadar wacana.

Dari hasil pembicaraan Layari dengan para pengungsi, masyarakat korban erupsi Sinabung sangat gembira mendengar adanya relokasi terhadap mereka, walaupun tahap awal untuk 200 hektar. Tapi dengan catatan, warga akan diberikan bantuan tanah 100 m2 untuk perumahan dengan bangunan rumah tipe 36 per KK.

Berkaitan dengan itu, ujar anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, lembaga legislatif mendesak  BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) segera mencairkan anggaran untuk membangun rumah para pengungsi sebesar Rp67 miliar yang kegunaannya, untuk membangun rumah tipe 36, pembangunan jalan, penyediaan sarana air bersih serta penyediaan lahan  pertanian.

“Kita berharap Gubsu dan Bupati Karo bergerak cepat menyediakan lahan pertanian dan pemukiman kepada masyarakat pengungsi erupsi Gunung Sinabung tersebut, agar para pengungsi sudah bisa menggiatkan kembali perekonomiannya yang sudah terpuruk pasca  bencana Gunung Sinabung. Dalam hal ini Komisi A yang membidangi hukum, pemerintahan dan pertanahan siap memfasilitasi pengadaan lahan tersebut,” ujar Layari.

Jangan Paksa

Di bagian lain keterangannya, Layari juga mengingatkan BNPB agar jangan sekali-kali “memaksa”  pengungsi kembali ke kampung halamannya (desanya masing-masing), sebelum adanya jaminan dari pemerintah bahwa keberadaan Erupsi Gunung Sinabung sudah benar-benar aman. “Kita mendengar ada oknum-oknum yang memaksa para pengungsi kembali ke desanya. Padahal, situasi Gunung Sinabung belum ada jaminan aman dari instansi terkait,” katanya.

Perlu diketahui, tambah Layari, siapapun tidak ingin berlama-lama di pengungsian, sebab bagi masyarakat “rumahnya adalah istananya”. Karena itu, jangan ada anggapan, bahwa pengungsi seolah-olah lebih nyaman di pengungsian dari pada di rumahnya. Jika situasi sudah aman, dengan sendirinya para pengungsi akan pulang ke desanya.

Wagubsu Tinjau

Yayasan Budha Tzu Chi siap menghibahkan lahan pertaniannya di “Puncak 2000” Desa Kacinambun Kecamatan Tigapanah seluas sekitar 20 hektare. Lahan tersebut merupakan zona pertanian jeruk dan tanaman hortikultura berjarak sekitar 14 Km dari Kota Kabanjahe, Selasa (11/2) ditinjau Wagubsu H Tengku Erry Nuradi MSi bersama Sekjen Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Fadhul Hadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Asren Nasution beserta perwakilan Budha Tzu Chi Sofyan.

Wagubsu menilai meski landai, namun lahan tersebut memungkinkan dijadikan lokasi perumahan bagi 430 KK. Tidak hanya untuk tapak perumahan, namun masih memungkinkan tersedia beberapa meter lahan untuk menanam sayuran kebutuhan sehari-hari di pekarangan rumah.

Akses jalan menuju lokasi relokasi relatif memadai. Sepanjang 2 kilometer telah diaspal, sedang sisanya telah pengerasan dan telah tersedia jaringan listrik. Menurut Wagubsu, lahan tersebut menjadi alternatif potensial karena hingga saat ini Pemkab Karo belum memiliki lahan sebagai lokasi relokasi pengungsi gunung Sinabung.

"Sampai saat ini Pemkab Karo belum memiliki lahan. Untuk sementara, Pemkab masih mencari kemudian membeli lahan masyarakat,” katanya.

Sementara Sekjen Utama BNPB, Fadhul Hadi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengkajian untuk melihat kelayakan lahan tersebut. Selanjutnya BNPB dan kementerian terkait akan membuat master plan pembangunan rumah dan sarana pendukung, termasuk fasilitas umum seperti pasar tradisional dan kantor pengawasan.

Sementara perwakilan Budha Tzu Chie Sofyan mengatakan, hibah lahan tersebut merupakan bentuk kepedulian Yayasan Budha Tzu Chi terhadap penderitaan pengungsi Gunung Sinabung. Sesama manusia. “Kita wajib saling tolong-menolong. Semoga lahan itu bermafaat bagi warga nantinya,” sebut Sofyan.

Kementerian Pertanian Bantu Bibit Holtikultura

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Sumut Ir Nuhijjah mengatakan, Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit untuk tanaman holtikultura  bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di areal seluas 100 hektar.” Stok bibit akan dibawa dalam pekan ini juga, ujar Nurhijjah kepada wartawan lewat telepon genggamnya, Rabu (12/2) sore.

Ia mengatakan, meskipun bibit sudah tersedia nantinya, namun  lebih dulu  kondisi tanah diteliti sebab ketebalan debu bervariasi bahkan ada yang sampai 1 meter lebih. Sedangkan bibit bisa dimanfaatkan, jika ketebalan lahan di bawah 30 Cm. Jadi ini merupakan urusan dari Pemkab yang sebelumnya sudah ditugaskan untuk mendata dan menetapkan  calon petani  maupun lokasinya di mana.

Tapi yang jelas berapa jumlah bibit tanaman holtikultura yang diberikan Kementerian Pertanian  yang diberikan itu, kata Ijjah belum diketahui, namun untuk lahan seluas 100 hektare. Katanya, bantuan bibit ini bagi mereka yang radius 5 Km  atau lebih dari Gunung Sinabung yang memang lokasi lahan memungkinkan untuk ditanami.

Setahunya, sudah ada  para pengungsi  yang kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah. Masing-masing keluarga didampingi anggota TNI. Tentunya diharapkan pendataan itu lebih cepat agar bantuan itu tidak sia-sia, ujar Nurhijjah sambil  menyebutkan, dia bersama Kadis Pertanian Sumut Ir HM Roem akan kembali  dari  ke Medan Kamis 13 Pebruari usai mengikuti rapat konsolidasi bersama dengan Direktur Holtikultura Pinem  di Jogja.

4 Kecamatan

Sementara itu Kadis  Pertanian Karo melalui Ir Berti Tarigan mengakui,  para pengungsi dari 16 desa di 4 kecamatan   yang sudah kembali ke  rumah masing-masing. Empat kecamatan itu yakni Namanteran, Tigaderket, Simpang Empat dan Sipayung.

Dia juga membenarkan, para pengungsi akan mendapat bantuan bibit dari pemerintah, namun belum diketahui jumlah maupun luas lahannya.

Katanya, para pengungsi  yang  dipulangkan itu sebenarnya masih merasa was-was terjadinya erupsi lahar tersebut. Namun mereka berharap agar mereka juga masih bisa diterima di posko pengungsi jika terjadi erupsi. ”Mereka bingung terutama nasib anaknya yang masih bersekolah,” ujarnya.(A4/BR2/A3/d)    
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru