Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Mario Nyusup ke Roda Pesawat Garuda Penerbangan Pekanbaru - Jakarta

- Rabu, 08 April 2015 09:40 WIB
864 view
 Mario Nyusup ke Roda Pesawat Garuda Penerbangan Pekanbaru - Jakarta
Jakarta (SIB) - Seorang pria kedapatan terhuyung-huyung berjalan di apron Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, saat pesawat Garuda Indonesia dari Pekanbaru mendarat. Pria itu ternyata turun dari lubang main wheel (roda belakang pesawat).

Informasi bahwa ada penumpang gelap di pesawat GA 177 rute Pekanbaru-Jakarta dibenarkan oleh VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto.

“Benar ada kejadian itu. Jadi GA 177 dari Pekanbaru-Jakarta mendarat pukul 15.15 WIB, ada orang jalan terhuyung-huyung terlihat petugas pemandu pesawat parkir,” jelas Pujo, Selasa (7/4). Konfirmasi itu didapatkan Pujobroto dari staf darat Garuda dan petugas Ground Handling.

Kondisi pria tersebut tampak lemah, dengan telinga kiri berdarah. Maka pria tersebut, dibantu dengan staf darat Garuda dan petugas ground handling Garuda, Gapura Angkasa, langsung dibawa ke Pos Kesehatan Bandara.

“Kondisinya terlihat kekurangan oksigen. Terlihat jari-jarinya yang membiru, telinga kiri juga berdarah,” jelas Pujo.

Pujo menganalogikan, ketinggian terbang pesawat rute Pekanbaru-Jakarta maksimal adalah 34 ribu kaki. Suhu di ketinggian 16 ribu kaki biasanya sudah mencapai nol derajat Celcius. Bisa dibayangkan kondisi yang dialami pria itu saat meringkuk di wadah roda utama pesawat.

Di Pos Kesehatan Bandara, pria itu diinfus hingga kondisinya normal. Ternyata, diketahui pria itu bernama Mario Steven Ambareta, dengan usia 21 tahun. Kini Mario diserahkan pihak Garuda kepada otoritas Bandara pukul 17.00 WIB.

BAGAIMANA BISA

Bagaimana Mario bisa masuk ke roda pesawat?

“Ternyata dulu yang bersangkutan lahir di Jakarta dan besar di Pekanbaru. Selama 21 tahun besar di Pekanbaru, dia punya keinginan sangat besar untuk ke Jakarta,” jelas VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto.

Nah, Mario mengaku bahwa 10 hari terakhir, dia mengamati Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Mario juga mempelajari cara menyelundup pesawat dari internet, Facebook dan sebagainya.

“Masalahnya dia itu naik ke rongga tidak dari apron (parkiran pesawat). Tapi pesawat berangkat taxying, di ujung landasan kan biasanya pesawat berhenti 5 menit itu, nah di situ,” imbuh Pujo yang meneruskan keterangan dari petugas darat Garuda dan petugas ground handling Gapura Angkasa ini.

Ternyata, Mario menemukan celah untuk masuk ke bandara yang seharusnya area terlarang. Celah masuk ke bandara itu adalah di titik paling ujung bandara.

“Areal bandara kan restricted area. Namanya kawasan restricted area itu ada perimeter. Tidak dimungkinkan di kawasan bandara untuk masuk seharusnya. Ternyata ada (celah) di ujung landasan itu orang bisa masuk dari situ,” jelas dia. (detikcom/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru