Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Dewan Pers Mediasi Eks Gitaris Boomerang dengan Portal Berita yang Publikasi Lagu Hoax

- Rabu, 30 Mei 2018 19:27 WIB
959 view
Dewan Pers Mediasi Eks Gitaris Boomerang dengan Portal Berita yang Publikasi Lagu Hoax
Jakarta (SIB) -John Paul Ivan mengaku, hingga saat ini pihaknya masih menunggu panggilan dari pihak Bareskrim Mabes Polri terkait aduannya terhadap portal berita pribuminews.co.id, yang mencatut namanya dalam sebuah pemberitaan.

Eks gitaris Boomerang ini pun menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah dihubungi Dewan Pers, yang akan membantunya untuk memediasikan hal tersebut bersama dengan pihak pribuminews.co.id. "Sudah disurat balik bahwa Dewan Pers maunya (ketemu) Rabu besok, tapi saya enggak bisa karena harus ke Ambon ada event Bekraf," kata Ivan di Jakarta, Selasa (29/5). "Jadi saya bisanya Rabu minggu depannya lagi untuk mediasi tersebut," ujarnya.

Ivan menjelaskan, awal dia mengetahui namanya dicatut dalam pemberitaan pribuminews. Ia mengaku mengetahui informasi itu dari sang manajer. Setlah mengecek kabar itu dengan mengunjungi situs berita tersebut, dan menemukan sejumlah hoax yang mencatut namanya dalam pemberitaan mereka. "Dari pihak manajemen, ngasih tahu saya di WA, kok ada berita ini dan ada foto saya. Walaupun itu (yang ditunjukkan) hasil capture-an dari sosmed," kata Ivan. "Pas saya cek dari berita yang aslinya di pribuminews.co.id, ternyata beritanya memang ada, tapi tanpa konfirmasi, asal memberitakan. Dan, isinya seakan-akan saya mendukung pihak ini tapi sekarang saya membelot, intinya begitu. Jadi kayak manas-manasi gitu," ujarnya.

Kasus yang dihadapi Ivan menyusul pemberitaan yang diunggah oleh portal berita pribuminews.co.id terkait dengan lagu #2019gantipresiden. Menurutnya, pihak pribuminews sama sekali tak pernah menghubungi dirinya sebelum pemberitaan tersebut dimuat oleh mereka. "Enggak ada (konfirmasi) sama sekali. Mereka tidak pernah menghubungi," kata Ivan.

Saat ditanya pendapatnya bahwa sejumlah portal media sejenis turut mengkloning pemberitaan hoax tersebut. Ivan pun memahami bahwa hal itu adalah konsekuensi kecepatan dari dunia digital saat ini. "Kalau kloning pasti ada. Karena mungkin orang lihat dari muncul berita, copy paste, terus dimunculkan aja," kata Ivan. "Tapi yang bermasalah kan yang pertama kali merilis dan mereka sendiri punya buzzer, itu yang bikin cepat (menyebar). Bahkan dalam satu hari langsung viral di media sosial!"

Dia mengaku maklum dengan sejumlah portal lain yang turut menyebarkan hoax tersebut, meskipun dia juga curiga bahwa media-media itu merupakan pihak yang sama atau merupakan rekanan dari pihak pribuminews.co.id. "(Yang dilaporkan) baru pribuminews. Karena yang lain kan kita bisa maklum ya, ini hanya copy paste. Saya juga enggak ngerti apa mereka ini teman-temannya pribuminews atau apa, enggak tahu. Biar pihak penyidik yang menangani," ujarnya. (T/R10/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru