Jakarta (SIB)-
Puluhan orang mendatangi kediaman Ahmad Dhani di Jalan Pinang Emas III, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis, (24/7). Warga yang datang berdemo meminta Ahmad Dhani menuntaskan janjinya untuk memotong kemaluannya pasca penetapan pimpinan Indonesia ke depan.
Aksi demonstrasi itu digelar Relawan Tunarungu (DEAF) di depan halaman yang juga jadi studio pentolan grup band Dewa 19. Tak banyak kata-kata yang terlontar dari para pendemo. Mereka meluapkan kekesalan terhadap Ahmad Dhani melalui poster besar. Dalam spanduk diterakan banyak tulisan yang isinya meminta realisasi ucapan pimpinan.
Ahmad Dhani, jangan banci. Buktikan janjimu potong, potong, potong, begitu salah satu tulisan spanduk yang dibawa para pendemo.
Sebagaimana ramai dibicarakan, lapor SCTV, Kamis, (24/7) kontroversi kicauan potong kemaluan mengundang perhatian publik. Cuitan tersebut muncul di akun yang menulis Ahmad Dhani. Setelah hasil rekapitupasi selesai, dunia maya pun dipenuhi tuntutan agar salah seorang juri Indonesian Idol itu membuktikan ucapannya.
Salah satu yang paling heboh akun @Provokatrok. Dalam kicauannya akun ini mempopulerkan hashtag #orangAwamMengagihJanji. Seperti diketahui, Dhani sering menyebut orang-orang yang menyerangnya dengan sebutan “Awamâ€.
“#orangAwamMenagihJanji @r7olles Sebagai orang awam, gw cuma bisa menunggu @AHMADDHANIPRAST potong t***t [kemaluan] jika jokowi menang besok,†mention @Provokatrok kea kun @r7olles, Senin (21/7/2014).
Serupa @Provokatrok, sebuah akun anonym di twitter bahkan khusus menamai diri dengan nazar Dhani ini. Akun @t***tdhani pekan lalu berkicau seminggu lagi kita tunggu bacodnya @ahmaddhaniprast #melawanlupa.â€
Dengan ragam kicauan yang menyudutkannya, Dhani akan melaporkan media online yang telah mengutip berita dari akun hoax. “Hari ini sy ke Dewan Pers untuk melaporkan KECURANGAN2 media(wartawan2 bodrex) online yg mengesampingkan moralitas dalam pemberitaan…†katanya.
Dhani menambahkan media online yang mengutip akun hoax dan melansirnya jadi sumber berita dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan golongan.
Dhani mengancam akan melobi koalisi permanent untuk merancang Undang-undang Pers baru untuk mengatasi persoalan ini. “sy akan lobi koalisi permanen utk rancangan UU Pers baru supaya Free Sex Pers tdk merusak moral bangsa.UU Pers yg bermartabat 2014,â€
Terakhir pentolan Republik Cinta Management ini mengaku kicauannya tidak bermaksud membuat ramai. “Ga ada gw ga rame….ADP,†tutupnya.
Terkait demo yang meminta Dhani melunasi janjinya, setelah membentang poster dan menyuarakan tuntutannya, aksi massa bubar atas imbauan petugas kepolisian dari Polsek Kebayoran Lama. "Sudah demonya, ini perumahan warga, nggak bisa kalian berdemo di sini," ucap salah satu petugas kepolisian yang diikuti dengan bubarnya massa.
(t/r9/c)