Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 01 Mei 2026

Vokalis Perkosa Bayi, Band Lostprophets Dicemooh Publik Tur Mini

- Sabtu, 26 Juli 2014 14:30 WIB
983 view
Vokalis Perkosa Bayi, Band Lostprophets Dicemooh Publik Tur Mini
SIB/ist
London (SIB)- Lostprophets sedang menggelar tur mini, setelah jatuh dalam keterpurukan karena vonis publik. Tur dimulai di London, Selasa, (22/7).

 "Kami tidak tahu apakah kami sanggup membuat musik baru lagi atau tidak. Setiap ada orang yang menatap kami, kami hampir selalu merasa kalau semuanya sudah berakhir," ucap Richardson seperti disiarkan SCTV.

Meski awalnya memutuskan untuk menutup diri dari dunia musik, para mantan personel Lostprophets agaknya tidak bisa berbohong tentang betapa mereka mengganggap musik sebagai arah hidup.

Awalnya band ini disukai publik tapi karena vokalisnya terkait kasus kejahatan seks membuat massal marah dan mencemooh.

Sebagaimana  diketahui, Ian Watkins, vokalis band rock asal Amerika Serikat itu terbukti memperkosa anak-anak bayi. Karna tingkahnya, sang vokalis dihukum 35 tahun penjara. Tak lama setelah itu, seolah tak tahan dengan kemuakan masyarakat, band ini akhirnya memutuskan bubar di 2013 dan menyisakan nama Watkins sebagai pendiri sekaligus penghancur Lostprophets. "Bersama pengumuman ini, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan penampilan bermusik kami sebagai Lostprophets." ucap Lee Gaze (gitar I), Mike Lewis (gitar II), Stuart Richardson (bassis),  Jamie Oliver (keyboard), dan Luke Johnson (drum). "Cinta dan dukungan kalian selama lima belas tahun sangat luar biasa, dan kami selamanya berterimakasih untuk semua yang telah kalian berikan."

Setelah hampir setengah menjalani masa hukuman sang vokalis, personel yang tersisa membuat band baru. Band tersebutlah yang sedang tur mini.

Beruntung, walaupun awalnya masih ragu dengan tanggapan para pendukung musik yang ditakutkan sudah terlanjur antipati dengan mereka, kelima musisi itu akhirnya nekat membuat band baru sambil menggandeng Geoff Rickly sebagai vokalis utama. "Ya mau bagaimana lagi, kami tidak tahu apalagi yang harus kami lakukan,  yang kami  lakukan  cuma membuat musik. Aku bahkan tak tahu apakah di luar sana masih ada orang yang mau mendengarkan musik kami atau tidak.  Tapi saat ini, kami membutuhkan ini,  dan kami putuskan untuk  mencobanya sekali lagi," pungkasnya.

Digital Spy, Kamis, (24/7),memberitakan, single bertajuk Stay pun resmi dirilis lewat No Devotion sebagai nama baru band tersebut. (t/r9/c)

Ian Watkins
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru