Minggu, 23 Juni 2024 WIB

Komentar LSF Soal Adegan Kekerasan Seksual dalam “Vina: Sebelum 7 Hari”

Redaksi - Minggu, 26 Mei 2024 11:17 WIB
868 view
Komentar LSF Soal Adegan Kekerasan Seksual dalam “Vina: Sebelum 7 Hari”
Foto: Instagram/deecompany_official
Poster film "VINA: Sebelum 7 Hari"
Jakarta (SIB)
Penggemar film Indonesia berspekulasi mengenai "Vina: Sebelum 7 Hari" yang viral di Tanah Air. Sejak tayang di bioskop pada 8 Mei, sejumlah pihak mendiskusikan film yang diangkat dari kisah nyata dengan genre horor tersebut.

Ada pertanyaan mengapa adegan kekerasan seksual tidak disensor. Lembaga Sensor Film (LSF) menilai, adegan tersebut dinilai masih wajar untuk film kategori 17 tahun ke atas.

Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto, menjelaskan, adegan kekerasan dalam film itu masih berada dalam batas wajar untuk film dewasa sesuai pedoman sensor yang tertera dalam Permendikbud Nomor 14 tahun 2019. "Adegan kekerasan yang sudah diluluskan itu dinilai LSF masih proporsional dan bisa diterima orang 17 tahun ke atas," tegasnya.

Baca Juga:

Menuruntya, kalau digambarkan secara close-up [dekat] dan diulang-ulang adegannya, kemudian dilakukan secara berlebihan, itu berarti eksploitasi. "Tapi kalau [adegan] ini hanya menggambarkan kejadiannya," katanya. "[LSF] tidak dalam konteks memotong atau menggunting adegan tetapi lebih mengklasifikasikan [sesuai usia penonton]. Kecuali satu yang enggak bisa debat, telanjang bulat," tutur Rommy.

Dheeraj Kalwani, produser sekaligus CEO Dee Company, mengatakan pihaknya membuat adegan kekerasan seksual secara "apa adanya" supaya penonton dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Baca Juga:

Meski begitu, aktivis perempuan, Tunggal Pawestri, mengatakan bahwa pembuat film dan lembaga sensor perlu mempertimbangkan pula sensitivitas terhadap korban serta penyintas kekerasan seksual dan tidak hanya menilai layak atau tidaknya sebuah adegan berdasarkan pedoman semata.

Pengamat perfilman, Hikmat Darmawan, mengatakan, adegan kekerasan seksual pada umumnya memang memicu protes dari berbagai kalangan.

"Vina: Sebelum 7 Hari" diangkat dari kisah nyata kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang remaja asal Cirebon bernama Vina pada 2016.

Adegan kekerasan seksual menuai pro dan kontra di media sosial, seperti saat tokoh Vina mengalami kekerasan seksual di tangan anggota-anggota geng motor.

Sebuah video yang sudah ditonton hampir 600.000 kali di media sosial X menunjukkan rekaman layar bioskop pada akhir film yang memainkan rekaman suara Linda, sahabat Vina, ketika ia dirasuki oleh arwah temannya.

Dalam rekaman itu, Linda mendeskripsikan secara detil apa yang terjadi pada Vina.

Cuplikan video itu kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun di X yang menyebut adegan kekerasan seksual dibuat semirip mungkin dengan rekaman suara tersebut. (**)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
40.000 Judul Film Disensor di Indonesia pada 2020
komentar
beritaTerbaru