PT Mirabilis Tunggal Tualang Kirim Bantuan Korban Banjir di Besitang Langkat
Besitang(harianSIB.com)Ratusan kilogram beras, mi instan, minyak goreng, gula, telur dan teh disalurkan PT Mirabilis Tunggal Tualang (MTT) k
Ada pertanyaan mengapa adegan kekerasan seksual tidak disensor. Lembaga Sensor Film (LSF) menilai, adegan tersebut dinilai masih wajar untuk film kategori 17 tahun ke atas.
Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto, menjelaskan, adegan kekerasan dalam film itu masih berada dalam batas wajar untuk film dewasa sesuai pedoman sensor yang tertera dalam Permendikbud Nomor 14 tahun 2019. "Adegan kekerasan yang sudah diluluskan itu dinilai LSF masih proporsional dan bisa diterima orang 17 tahun ke atas," tegasnya.
Menuruntya, kalau digambarkan secara close-up [dekat] dan diulang-ulang adegannya, kemudian dilakukan secara berlebihan, itu berarti eksploitasi. "Tapi kalau [adegan] ini hanya menggambarkan kejadiannya," katanya. "[LSF] tidak dalam konteks memotong atau menggunting adegan tetapi lebih mengklasifikasikan [sesuai usia penonton]. Kecuali satu yang enggak bisa debat, telanjang bulat," tutur Rommy.
Dheeraj Kalwani, produser sekaligus CEO Dee Company, mengatakan pihaknya membuat adegan kekerasan seksual secara "apa adanya" supaya penonton dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Meski begitu, aktivis perempuan, Tunggal Pawestri, mengatakan bahwa pembuat film dan lembaga sensor perlu mempertimbangkan pula sensitivitas terhadap korban serta penyintas kekerasan seksual dan tidak hanya menilai layak atau tidaknya sebuah adegan berdasarkan pedoman semata.
Pengamat perfilman, Hikmat Darmawan, mengatakan, adegan kekerasan seksual pada umumnya memang memicu protes dari berbagai kalangan.
"Vina: Sebelum 7 Hari" diangkat dari kisah nyata kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang remaja asal Cirebon bernama Vina pada 2016.
Adegan kekerasan seksual menuai pro dan kontra di media sosial, seperti saat tokoh Vina mengalami kekerasan seksual di tangan anggota-anggota geng motor.
Sebuah video yang sudah ditonton hampir 600.000 kali di media sosial X menunjukkan rekaman layar bioskop pada akhir film yang memainkan rekaman suara Linda, sahabat Vina, ketika ia dirasuki oleh arwah temannya.
Dalam rekaman itu, Linda mendeskripsikan secara detil apa yang terjadi pada Vina.
Cuplikan video itu kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun di X yang menyebut adegan kekerasan seksual dibuat semirip mungkin dengan rekaman suara tersebut. (**)
Besitang(harianSIB.com)Ratusan kilogram beras, mi instan, minyak goreng, gula, telur dan teh disalurkan PT Mirabilis Tunggal Tualang (MTT) k
Medan(harianSIB.com)Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menyatakan tidak terdeteksi adanya sebaran a
Medan(harianSIB.com)Anggota DPRD Kota Medan Dr Lily, MBA, MH menyikapi maraknya penggunaan rokok elektronik atau vape yang berpotensi disala
Sibolangit(harianSIB.com)Sinergitas TNI dan Polri dalam memberantas penyalahgunaan narkotika kembali dilakukan di wilayah Kecamatan Sibolang
Deliserdang(harianSIB.com)Bupati dan Wakil Bupati Deliserdang resmi meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Rumah Sakit
Medan(harianSIB.com)Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berkaitan dengan g
Belawan(harianSIB.com)Meningkatkan keimanan, sekalugus meneladani akhlak, dan kehidupan Rasululah SAW, dalam menjalankan kehidupan sehari h
Washington(harianSIB.com)Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran di Teluk Oman dan dekat Pulau Kharg, Se
Taput(harianSIB.com)Ketua Satgas Pasca Bencana Sumatera Bidang PU sekaligus Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kementerian Pe
Humbahas(harianSIB.com)Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan Paniaran Nababan SH MH membuka secara resmi Turnamen Bola Voli Piala
Medan(harianSIB.com)Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan empat skema kerja sama untuk menyatukan potensi ekonomi 10 provi
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi mendesak pemerintah memprioritaskan penanganan Febiola Purba (16), siswi asal Bera