Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 23 Agustus 2026

Malam Pujian HUT ke-81 RI di Blitar, Derman Nababan: Kemerdekaan Berintegritas Adalah Kasih

Oki Lenore - Minggu, 23 Agustus 2026 18:25 WIB
122 view
Malam Pujian HUT ke-81 RI di Blitar, Derman Nababan: Kemerdekaan Berintegritas Adalah Kasih
Foto dok/YouTube
Trio: Ketua PN Blitar Derman Nababan diapit Kajari Blitar Romulus Haholongan Sitinjak dan Kapolres Blitar AKBP Kalfaris Lalo dalam Malam Pujian HUT ke-81 Republik Indonesia di GPdI Theofilus Kepanjen - Blitar, Jawa Timur, Kamis (19/8/2026).

"Gereja bukan penonton, melainkan bagian dari perjuangan membangun bangsa. Gereja hadir di tengah keluarga, sekolah, kantor, pasar, pemerintahan, dunia usaha, masyarakat hingga media sosial. Di mana pun orang Kristen berada, di sanalah nilai-nilai Kristus harus terlihat," tegas putra tokoh Kristen Taput pasangan Pdt T Nababan - Pdm D Sidabutar itu.

Mencontohkan dalam kehidupan sehari-hari, pegiat religi etnik itu mengajarkan kehidupan sehari-hari menjadi kesaksian iman: menjadi pegawai yang jujur, guru yang sabar, pedagang yang tidak curang, pejabat yang tidak menyalahgunakan kewenangan, serta aparat penegak hukum yang menjaga integritas.

Ia mengajak gereja mengambil peran sebagai pembawa damai. Ketika masyarakat marah, gereja harus membawa kesejukan. Ketika masyarakat terpecah, gereja menjadi jembatan. Dan ketika masyarakat kehilangan harapan, gereja hadir membawa pengharapan. Karena itu, menurutnya, gereja tidak boleh diam.

Dalam konteks Bamag, Derman Nababan mengingatkan bahwa meskipun gereja memiliki denominasi, tradisi, tata gereja, dan cara pelayanan yang berbeda, semuanya memiliki satu panggilan: menjadi berkat bagi bangsa dan menjalankan Amanat Agung.

"Apakah kita benar-benar merdeka? Kemerdekaan sejati, menurut pesan khotbah tersebut, adalah kebebasan untuk melakukan kehendak Tuhan—merdeka dari korupsi, narkoba, judi, pornografi, kebencian, keserakahan, egoisme, dan berbagai bentuk keterikatan lainnya," imbaunya sambil melukiskan gambaran rajawali sebagai inspirasi untuk menghadapi tantangan.

Rajawali tidak menghindari angin dan badai, tetapi menggunakannya untuk terbang lebih tinggi. Demikian pula bangsa Indonesia dan gereja harus mampu menghadapi tantangan, perbedaan, serta pergumulan dengan iman, kasih, kebenaran, keadilan, persatuan, dan pelayanan.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru