Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 15 Mei 2026

Studi: Orang yang Terlahir Cerdas Cenderung Lebih Sehat

- Minggu, 28 Februari 2016 17:17 WIB
480 view
Edinburgh (SIB)- Berbahagialah orang yang terlahir cerdas. Studi menyebut kecerdasan terkait dengan kesehatan yang lebih baik. Sehingga orang cerdas cenderung jarang sakit, tidak mengembangkan penyakit tertentu ataupun meninggal di usia muda karena sakit. Adalah peneliti dari University of Edinburgh yang melakukan penelitian untuk mencari keterkaitan kecerdasan sejak lahir dengan kesehatan yang bersangkutan.

Menurut peneliti, jawaban dari keterkaitan dua hal tersebut adalah gen. Bahwa gen yang membuat seseorang cerdas juga bisa melindungi mereka dari penyakit. Orang yang memiliki kemampuan mengingat yang baik serta penalaran verbal yang baik cenderung lebih sedikit peluangnya memiliki gen yang terkait dengan tekanan darah tinggi, juga penyakit seperti Alzheimer dan diabetes.

Ini ditemukan pada mereka yang memiliki otak lebih besar. Kesimpulan ini diambil setelah peneliti menganalisis data dari lebih dari 100.000 orang yang berusia 40-73 tahun. Dalam penelitian, peneliti membandingkan data uji mental setiap orang dengan genomnya. Salah satunya ditemukan bahwa orang-orang dengan banyak gen terkait penyakit jantung cenderung memiliki tingkat penalaran yang rendah.

Meskipun memang peneliti mengakui menemukan beberapa hal yang tumpang tindih dalam penelitian ini. Demikian dikutip dari Telegraph, Minggu (14/2). Sebelumnya peneliti berpendapat faktor-faktor sosialekonomilah yang berperan dalam hubungan antara pendidikan rendah dan kesehatan yang buruk. Namun studi baru ini menunjukkan bahwa genetika juga berperan.

Sehingga orang cerdas yang memiliki latar belakang miskin bisa saja lebih sehat ketimbang orang kaya yang kurang cerdas. "Studi ini mendukung teori yang mengatakan bahwa orang-orang dengan kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi," kata Dr Saskia Hagenaars, dari University of Edinburgh.

Meski demikian ada juga kondisi kesehatan yang terkait dengan inteligensia yakni risiko skizofrenia, serta austime dan gangguan bipolar. Peneliti juga menekankan bahwa faktor lingkungan pun mempengaruhi kesehatan seseorang dari waktu ke waktu. Sehingga untuk sehat seharusnya tidak hanya mengandalkan genetika yan dimiliki. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Science Molecular. (dth/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru