Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 16 Mei 2026

Hindari Stres Kalau Tak Ingin Gemuk

- Minggu, 19 Maret 2017 16:59 WIB
573 view
Jakarta (SIB)- Hubungan stres dan kegemukan memang unik, kalau tidak mau dibilang rumit. Sebagian orang cenderung makin kurus saat stres tetapi sebagian yang lain justru mengalami peningkatan risiko obesitas.

Tidak perlu dipertentangkan, masing-masing punya penjelasan ilmiah yang mendukungnya. Untuk orang-orang yang makin gemuk ketika mengalami stres, salah satu penjelasannya ada dalam sebuah penelitian terbaru.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini di jurnal Obesity menyebut kadar kortisol berhubungan erat dengan berat badan. Kortisol dikenal juga sebagai hormon stres, yang kadarnya meningkat ketika seseorang sedang banyak masalah.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis sampel rambut dari 2.500 pria dan wanita selama 4 tahun. Sampel rambut dipilih karena dianggap paling akurat untuk melakukan analisis kadar kortisol yang terakumulasi.

Hasil analisis menunjukkan, makin tinggi kadar kortisol, makin tinggi pula indikator kegemukan yang dimiliki partisipan. Indikator yang dipakai antara lain Body Mass Index (BMI) serta lingkar pinggang.

Para pakar kesehatan mendefinisikan obesitas dengan kriteria BMI 30 kg/m2 atau lebih, atau lingkar pinggang di atas 102 cm pada pria dan di atas 88 cm pada wanita.

Diyakini, stres memicu perubahan gaya hidup menjadi tidak sehat sehingga memicu kegemukan. Di antaranya menjadi malas olahraga, serta banyak mengonsumsi 'comfort food' seperti makanan-makanan berlemak dan bergula.(detikHealth/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru