Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 26 April 2026
Serahterima Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia

Bukit Tambunan : Agar Tetap Solid, Jabatan Ketua Umum Harus Satu Periode

Redaksi - Minggu, 15 November 2020 10:47 WIB
1.512 view
Bukit Tambunan : Agar Tetap Solid, Jabatan Ketua Umum Harus Satu Periode
Foto SIB/Roland Tambunan
Foto Bersama : Mantan Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia Drs Bukit Tambunan MAP berfoto bersama Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia yang baru terpilih periode 2020-2024, Ir Richard Pardamean Tambun,
Medan (SIB)
Mantan Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia Drs Bukit Tambunan MAP berpendapat, supaya tetap solid jabatan Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia ke depan harus tetap satu periode. Dengan begitu tidak terjadi lagi konflik atau perpecahan saat pemilihan ketua umum.

Hal itu sampaikannya kepada semua penasehat, pengurus dan anggota yang hadir pada acara serahterima ketua umum di Hotel Grand Antares Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (14/11).

Hadir di acara itu, Ketua Umum Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia yang baru terpilihnya periode 2020-2024, Ir Richard Pardamean Tambun, penasehat Washington Tambun, A Moses Tambunan, Gandhi Tambunan, Jubel Tambunan (DPD), Parsaulian Tambunan dan utusan dari Jakarta dan DPC kabupaten/kota di Sumut dan provinsi lainnya.

Dia mengatakan, gagasannya ini juga didukung semua penasehat, pengurus dan anggota yang hadir. Gagasannya ini juga akan menjadi pedoman untuk kepengurusan selanjutnya. “Karena di dalam kelompok yang bersaudara ini semua punya potensi jadi ketua umum. Tidak ada yang mengklaim satu kelompok saja yang bisa menjadi ketua umum. Serahterima ketua umum juga harus dilakukan sesuai periodenisasi walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19," paparnya.

Dia menuturkan, dirinya bersama jajarannya adalah kepengurusan yang pertama Parsadaan Si-Raja Tambun se-Indonesia yang dikukuhkan di Sibisa, Kabupaten Toba oleh pihak Tulang Manurung pada tahun 2016. Mereka dikukuhkan pada waktu wisata leluhur pertama. Dalam perkembangan selanjutnya pihaknya telah merencanakan, setiap 2 tahun akan dilaksanakan wisata luhur di Sibisa dan panitianya dibuat secara bergiliran yang bersaudara.

"Mulai nanti dari Tambun, Pangaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea dan Lumban Gaol. Itulah nanti panitia setiap 2 tahun, sebagai panitia wisata leluhur yang tetap dilaksanakan di Sibisa," paparnya.

Pihaknya kata Bukit sudah menyampaikan kepada keluarga Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia, bahwa kepengurusan Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia sebagai Ketua Umum DPP hanya satu periode saja. "Lama jabatan satu periode selama 4 tahun. Begitu juga kepengurusan DPD dan DPC, tetap satu periode sesuai yang telah disepakati bersama," katanya.

"Mulai kami sekarang memang dari Baruara, tapi tahun ini sudah kesepakatan yang kita bangun, supaya ketua umum itu dimulai dari urutan atas. Mulai dari Si-Raja Tambun, kemudian Pangaraji, Sunge, Baruara, Lumban Pea dan Lumban Gaol. Maka sekarang kepengurusan secara nasional dipegang oleh abang kita, Ir Richard Pardamean Tambun. Dan inilah nanti yang melaksanakan tugas-tugas selanjutnya," paparnya.

Selama 4 tahun kepengurusan mereka, kata dia, pihaknya telah melakukan pengadaan lahan untuk setiap pelaksanaan pesta wisata leluhur ke depan, kurang lebih 2.500 meter persegi di Sibisa, Kabupaten Toba. Di lahan ini akan dibangun Yayasan Tambun Center dan akan terus dilestarikan Mual Simata Ni Ari. "Jadi wisata luhur yang ke-3, yang rencananya dilaksanakan November ini, terpaksa ditunda dengan kesepakatan bersama semua pihak karena pandemi Covid-19," ujarnya.

Walaupun wisata leluhur ditunda, kata dia, serah terima kepengurusan harus tetap dilakukan, supaya tidak ada kekosongan. "Walaupun secara umum sebenarnya, serahterima jabatan pengurus lama dan baru itu dilakukan saat wisata leluhur dilakukan. Tapi karena situasi pandemi Covid-19 maka wisata leluhur 3 akan dilakukan November 2021. Pelantikan dan pengukuhan dari Tulang Manurung akan tetap dilakukan di Sibisa," paparnya.

Selanjutnya mengenai saring-saring ompung Si- Raja Tambun dan ompung Boru Manurung, kata dia, akan tetap di Sibisa dan melestarikannya termasuk peninggalan sejarah yang ada di sana. "Inilah nanti yang kita harapkan ke pengurus baru untuk membangun fisik yang ada di sana. Mudah-mudahan selama 4 tahun ke depan semua harapan Parsadaan Pomparan Si-Raja Tambun Se-Indonesia bisa terlaksana dengan baik," ujarnya.

Sementara Ketua terpilih Ir Richard Pardamean Tambun mengatakan, pihaknya selama 4 tahun ke depan akan menyelesaikan Pembangunan Si-Raja Tambun Center di Sibisa, menggerakkan yayasan Si-Raja Tambun, membangkitkan DPD dan DPC di daerah. Sebab sampai saat ini baru 7 DPD dan 11 DPC yang terbentuk di Indonesia. "Ini akan kita perbanyak dan juga akan menjaga internal ini supaya tetap solid," ujarnya. (M11/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru