Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 02 September 2026

Lokasi Pengoplosan Gas Bersubsidi di Tanjungbalai Digerebek Polisi

- Minggu, 11 Maret 2018 13:23 WIB
559 view
Lokasi Pengoplosan Gas Bersubsidi di Tanjungbalai Digerebek Polisi
SIB/Regen Silaban
DIAMANKAN: Sebanyak 211 tabung gas LPG 3 Kg dan 39 tabung gas 12 Kg beserta dua unit becak bermotor diamankan di Polres Tanjungbalai usai digerebek di Pantai Olang Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Jumat (9/3) sore.
Tanjungbalai (SIB) -Lokasi pengoplosan gas bersubsidi di satu rumah warga Pantai Olang Kelurahan Sirantau Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai digerebek personil Sat Intel Polres Tanjungbalai, Jumat (9/3) sore.

Dari lokasi kejadian petugas mengamankan 211 tabung gas bersubsidi isi 3 kilogram dan 39 tabung isi 12 kilogram non subsidi serta dua unit becak motor jenis Suzuki Thunder dan Honda Revo, obeng, timbangan 30 Kg dan bongkahan es batu.

Kasat Reskrim AKP Burju Siahaan didampingi Kasubag Humas Iptu Jumadi membenarkan penggerebekan itu. Dikatakannya, dari lokasi kejadian turut diamankan seorang pekerja berinisial A (37) warga Sungai Dua Kota Tanjungbalai.

"Sat Intelkam bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Tanjungbalai menggerebek rumah diduga tempat pengoplosan gas elpiji bersubsidi di daerah Pantai Olang Kelurahan Sirantau  Tanjungbalai. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lanjut," ucap Kasat Reskrim, Sabtu (10/3) sore.

Informasi dihimpun SIB dari masyarakat sekitar gudang, pemilik rumah tersebut adalah I. Pengoplosan gas LPG bersubsidi 3 Kg ke tabung 12 Kg di daerah itu sudah lama beroperasi. Modusnya selama ini dengan mempekerjakan perempuan sebagai karyawannya.

"Para pekerjanya ibu-ibu sengaja memakai daster untuk mengelabui orang-orang atau petugas. Gudang tersebut sengaja mengoplos gas elpiji dari 3 Kg menjadi 12 Kg dengan cara memasukkan 3,5 tabung yang ukuran 3 Kg ke dalam satu tabung dijadikan satu ke wadah yang 12 Kg. Dan nantinya akan dijual kepada nelayan jaring apung yang berangkat ke laut," ujar beberapa warga setempat yang enggan namanya dipublikasikan. (E09/BR5/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru