Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 27 Agustus 2026

Utang Ditagih, Rahmad Malah Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Didik

- Minggu, 16 Maret 2014 15:40 WIB
566 view
Utang Ditagih, Rahmad Malah Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Didik
Jakarta (SIB)Bukannya melaksanakan kewajiban membayar utang, Rahmad malah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Briptu Didik Santoso. Hal ini karena Rahmad kesal anggota Polsek Nunukan itu menagih utangnya sebesar Rp 125 juta.

Seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA) Jumat (14/3), kejadian bermula saat Didik menelepon Rahmad pada 8 Mei 2012 untuk menagih utang. Usai telepon ditutup, Rahmad bukannya melunasi utangnya malah tidak terima dan timbul niat menghabisi nyawa Didik.

Untuk memuluskan niatnya, Rahmad menemui empat orang yang baru dikenalnya di depan penampungan TKI di Jalan Lapangan Poras, Nunukan, Kalimantan Timur. Mereka yaitu Andreas (23), Ferdi Pohomaga Kudungura (30), Sulaiman, dan Gerson.

Keempatnya diiming-imingi uang RM 6000 atau sekitar Rp 21 juta jika berhasil menghabisi nyawa Didik. Atas tawaran itu, keempatnya langsung menyanggupi kejahatan tingkat satu itu.

Malamnya operasi pembunuhan dilancarkan. Rahmad mengatur strategi dengan membuat janji bertemu dengan Didik supaya Didik masuk perangkap. Rahmad berpura-pura meminta ditemani menagih utang yang akan dipergunakan untuk membayar utang pada Didik.

Lalu Didik diminta menunggu di Lapangan Merah, Nunukan. Tidak berapa lama, Rahmad datang dengan mobil Avanza berwarna silver. Didik pun masuk mobil dan curiga serta mempertanyakan keberadaan empat orang di mobil tersebut. Rahmad berdalih jika ia memang hendak mengantar Ferdi dan kawan-kawan terlebih dahulu.

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 16 Maret 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru