Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 28 Agustus 2026

Poldasu Kembali Gerebek Gudang Pupuk di Tebingtinggi

- Sabtu, 22 Maret 2014 10:54 WIB
1.345 view
 Poldasu Kembali Gerebek Gudang Pupuk di Tebingtinggi
SIB/Humala Siagian)
POLICE LINE : Sekira 6 Ton pupuk disinyalir palsu dipasang garis polisi (Police Line) di Gudang S Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Padang Merbau, Kecamatan Padang Hulu Tebingtinggi, Jumat (21/3).
Tebingtinggi (SIB)- Petugas Poldasu menggerebek gudang pupuk S di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Padang Merbau Kecamatan Padang Hulu  Tebingtinggi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, penggerebekan gudang pupuk S ini disinyalir menyalurkan pupuk palsu. Penggerebekan dipimpin Kompol Darvin Purba, namun saat ditanyai wartawan, ia tidak bersedia memberikan informasi seputar penggerebekan gudang pupuk itu. "Konfirmasi langsung ke Poldasu, jangan saya yang memberikan keterangan, ada pimpinan yang lebih berkompeten memberikan penjelasan,” ujarnya.

Setelah memasang police line, 3 sak pupuk dimasukkan ke dalam mobil Kijang Inova warna silver yang ditumpangi Darvin Purba, di antaranya pupuk NPK Bintang Prima, 12-20-12, produksi CV. NAI yang mengandung Nitrogen (N), Phospat (P), Kalium (K), Magnesium (M), Tembaga (Cu) dan Boron (B). Kemudian pupuk NPK Prima, 15-15-15, yang mengandung Nitrogen (N), Phospat (P2 O2) Kalium (K2O) dan Sulfur (S) yang diproduksi oleh CV NAP. Serta Pupuk NPK Poska 15-15-15 yang diproduksi CV DTG.

"Tiga sampel jenis pupuk itu kita bawa untuk diperiksa di Labfor Polda Sumut. Selebihnya kita titip di gudang sini dengan pengamanan garis polisi," tandas Darvin yang enggan merinci jumlah sak pupuk dari ketiga merek tersebut.

Sementara pemilik gudang pupuk, W berusaha menghindar saat ditanyai wartawan. Bahkan  ia melarang wartawan yang ingin mengambil fotonya di gudang. "Kalau mau tau, tanya saja sama distributornya di Medan. Saya hanya penyalur. Lihat saja di karung pupuk itu kan jelas tertulis siapa yang memproduksi pupuk tersebut," ujarnya.

Ditanya berapa ton pupuk yang dipasang garis polisi oleh petugas Poldasu, W menjelaskan berkisar 6 ton. "Baru seminggu pupuk ini diantar dari distributor dari Medan, makanya saya mau menghubungi distributornya di Medan dulu, kenapa pupuk palsu yang diantar ke gudang saya ini," sebutnya. (C16/d)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru