Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 21 Oktober 2026
Donald Trump Kunjungi Daerah Bencana Badai Harvey

Penjarahan di Tengah Bencana, Houston Berlakukan Jam Malam

* Korban Tewas Banjir di India Naik Jadi 514 Orang
- Kamis, 31 Agustus 2017 11:41 WIB
290 view
Penjarahan di Tengah Bencana, Houston Berlakukan Jam Malam
SIB/DailyMail
George R Brown Convention Center di Texas dipadati ribuan warga yang mengungsi akibat banjir. Presiden AS Donald Trump mengunjungi daerah bencana badai Harvey, Selasa (29/8), dengan mengatakan akan bekerja sama dengan Kongres untuk memberikan bantuan fede
Corpus Christi (SIB) -Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyemangati warga Texas, ketika dia mengunjungi daerah bencana badai Harvey, Selasa (29/8). Kerumunan pendukung dan penentang Trump sama-sama menyambutnya di negara bagian ini. Selain mendapatkan dukungan antusias, dia juga menerima protes soal tembok perbatasan Meksiko dan larangan transgender di militer.

Dalam kunjungan itu, Trump memberitahu warga di negara bagian itu bahwa mereka dapat menghadapi semua kesulitan yang muncul. "Kami mencintai kalian semua, kalian adalah warga yang spesial, kami akan menjaga kalian, ini benar-benar bencana dahsyat, tetapi saya percaya warga Texas dapat mengatasi ini." Demikian kalimat yang meluncur dari mulut Trump di hadapan warga yang tercampur baik yang mendukung maupun menolak kedatangannya ke lokasi bencana.

Mengenakan jaket lengkap dengan topi berlabel USA, Trump terlihat mengangkat bendera negara bagian Texas Presiden berusia 71 itu memuji kinerja regu evakuasi dan penyelamat baik yang dikirim pemerintah federal maupun pemerintah negara bagian. "Kita ingin terlihat becus seperti ini, untuk lima tahun, 10 tahun ke depan, dapat menjadi contoh bagaimana mengatasi bencana," ucap Trump.

Bersama senator Texas, Ted Cruz dan John Cornyn, Trump mengatakan dirinya akan bekerja sama dengan Kongres untuk memberikan bantuan federal bagi para korban. "Mungkin belum pernah ada hal yang semahal ini dalam sejarah negara kita dan belum ada hal yang bersejarah seperti ini dalam hal kerusakan," ujar Trump di Austin.

Salah satu warga bernama Darla Fitzgerald yang berprofesi sebagai suster menyatakan, dia percaya Presiden Trump akan menjaga warga Texas dari bencana mengerikan ini. Ditemani oleh Ibu Negara Melania, Trump berkeliling ke Corpus Christi dan Austin, dua kota ikut terkena dampak badai.

Trump tidak mengunjungi Houston, kota yang saat ini sedang dilanda banjir tidak berkesudahan. Keputusan diambil untuk mencegah kunjungan Trump menganggu proses evakuasi yang masih berlangsung di kota yang telah berubah menjadi kubangan raksasa itu.

Sementara itu Wali  Kota Houston, Sylvester Turner, mengumumkan melalui Twitter bahwa jam malam dimulai sejak Selasa tengah malam hingga Rabu pukul 5.00 pagi waktu setempat menyusul meluasnya aksi penjarahan Penjarahan meluas di tengah bencana banjir akibat badai Harvey.

Jam malam itu diberlakukan karena penjarahan meningkat meluas, serta untuk memungkinan "pararelawan dan orang lain melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat mereka" seperti dilaporkan kantor berita Perancis, AFP. "Kami memiliki ribuan orang yang berada di luar rumah mereka, di tempat penampungan, menunggu air mereda," demikian Turner mengatakan pada konferensi pers.

"Karena keadaan saat ini, dan kenyataan bahwa begitu banyak orang berada di luar rumah mereka,  dan selalu saja berbahaya berada di jalan hingga larut malam, saya telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam yang dimulai segera malam ini," kata Turner, Selasa.

Kepala Kepolisian Metropolitan Houston, Art Acevedo, mengatakan, dia mengatakan, langkah yang diambil Turner terjadi setelah banyak laporan penjarahan di kota terbesar keempat di AS itu. "Rekomendasi itu dibuat ... karena kita mempunyai butkti kasus penjarahan itu," katanya pada konferensi pers yang sama. "Kami telah mengamankan kelompok penjahat bersenjata yang kemarin berkeliling merampok masyarakat kita," katanya.

Houston merupakan kota yang paling parah dihantam badai Harvey. Kota besar keempat di AS itu telah berubah menjadi kubangan raksasa akibat banjir menyusul hujan deras yang dibawa badai. Transportasi lumpuh dan 300.000 warganya hidup tampa listrik setelah jaringannya putus akibat diterpa badai. Namun, masih ada kelompok penjahat yang melakukan penjarahan.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan keprihatinan mendalam sehubungan dengan banjir dan kerusakan luas akibat Badai Harvey di Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. "Sekretaris Jenderal sedih dengan hilangnya nyawa manusia dan menyampaikan belasungkawanya kepada rakyat dan Pemerintah Amerika Serikat. Ia berharap mereka yang cedera cepat sembuh," demikian isi pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Guterres.
Sekjen PBB juga menyampaikan penghargaannya atas upaya tim bantuan nasional dan petugas pertolongan pertama.

Naik Jadi 514 Orang
Tak hanya akibat Badai Harvey di Texas, Amerika Serikat, banjir besar juga merendam beberapa wilayah di India. Bahkan ratusan nyawa melayang akibat musibah tersebut. Jumlah korban jiwa akibat banjir yang menerjang Negara Bagian Bihar di India Timur telah naik jadi 514 orang,kata beberapa pejabat Departemen Penanganan Bencana.

Menurut para pejabat, kondisi banjir di negara bagian tersebut masih tetap suram di Kabupaten Samastipur, Muzaffarpur dan Darbhanga saat permukaan air Sungai Burhi Gandak dan Bagmati melewati tanda bahaya. Peningkatan air dari sungai itu telah merendam daerah baru, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa malam. Sejauh ini, banjir telah mempengaruhi 17,1 juta orang di lebih dari 21 kabupaten di negara bagian itu.

"Sebanyak 514 orang telah dilaporkan tewas sejauh ini di seluruh negara bagian tersebut akibat banjir," kata seorang pejabat senior Departemen Penanganan Bencana. "Di 21 kabupaten, 8.394 desa telah terpengaruh." Seorang juru bicara pemerintah mengatakan Kepala Menteri Negara Bagian Bihar Nitish Kumar mengkaji operasi bantuan dan pertolongan yang dilancarkan di daerah yang terkena dampak banjir.

Pemerintah lokal telah mengumumkan ganti-rugi sebesar USD6.248 buat masing-masing keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat banjir yang melanda. Sementara itu, di Uttar Pradesh jumlah korban jiwa akibat banjir yang menerjang telah naik jadi 109 orang. Sebanyak 2,5 juta orang telah terpengaruh di 5.000 desa Uttar Pradesh.

Akibat banjir tersebut, salah satu kota di India yaitu Mumbai, mengalami kelumpuhan. Beberapa daerah di Mumbai pada Selasa 28 Agustus telah terendam oleh banjir dan melumpuhkan beberapa fasilitas umum seperti layanan kereta api yang digunakan oleh jutaan masyarakat setiap harinya. Banyak warga yang terdampar di stasiun dan ratusan lainnya pulang dengan menerjang banjir di jalur kereta api.

Jarak pandang yang buruk akibat banjir juga memaksa otoritas bandara untuk mengalihkan beberapa penerbangan. Pengalihan membuat sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga satu jam. Selain itu, beberapa mobil yang terendam air banjir terpaksa ditinggalkan oleh pemiliknya setelah mereka memaksakan untuk menerjang genangan untuk menuju ke rumah. Anak-anak sekolah pun dipulangkan lebih awal.

Pasukan Respons Bencana Nasional India meluncurkan misi penyelamatan bersama polisi untuk mengevakuasi orang-orang dari daerah dataran rendah.
Sayangnya, operasi tersebut digagalkan akibat hujan terus-menerus. "Hujan lebat, banjir, kami memutuskan untuk menunda penyelamatan kita. Bahkan kita terdampar," kata Komisaris Polisi Amitesh Kumar.

Air hujan juga membanjiri King Edward Memorial Hospital di Mumbai Tengah sehingga dokter terpaksa mengosongkan bangsal anak-anak. "Kami khawatir akan timbul infeksi. Banjir yang bercampur dengan sampah sekarang memasuki bagian bangsal anak-anak," kata dokter bernama Ashutosh Desai. Petugas cuaca meramalkan hujan lebat terus berlanjut selama 24 jam ke depan dan telah memaksa beberapa orang untuk tinggal di dalam rumah. Beberapa kota di India pun direndam banjir setinggi 1,5 meter. (Kps/Okz/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru