Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Militan ISIL Kuasai Kilang Minyak Utama Irak, NATO Gelar Pertemuan

- Rabu, 25 Juni 2014 16:42 WIB
324 view
Militan ISIL Kuasai Kilang Minyak Utama Irak, NATO Gelar Pertemuan
BAGHDAD (SIB)- Kelompok pemberontak Sunni di Irak mengatakan mereka telah sepenuhnya menguasai kilang minyak utama negara itu yang terletak di Baiji, Baghdad utara. Kilang minyak ini telah dikepung selama sepuluh hari dan militan beberapa kali sudah dipukul mundur.

Kompleks itu memasok sepertiga bahan bakar di Irak dan pertempuran ini menyebabkan pasokan bensin diberikan dengan sistem penjatahan. Kaum pemberontak, yang dipimpin ISIL, terlebih dahulu sudah menguasai wilayah utara dan barat Baghdad, termasuk kota terbesar kedua Irak, Mosul.

Pengambilalihan kilang minyak ini penting jika kaum pemberontak ingin tetap mengontrol area yang sudah mereka kuasai dan memasok Mosul dengan energi. Mereka juga mengincar bendungan penting dekat wilayah Haditha dan menguasai semua perbatasan ke Suriah dan Yordania.

Juru bicara militan mengatakan kilang minyak di Baiji, provinsi Salahuddin, kini akan diurus oleh suku lokal setempat. Dia juga mengatakan mereka akan terus mendekati Baghdad.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry berjanji untuk "mendukung dengan intens dan berkelanjutan" usai bertemu dengan sejumlah politisi penting Irak di Baghdad. Dia mengatakan ISIL adalah ancaman bagi eksistensi Irak dan beberapa hari ke depan merupakan momen yang kritis.
 
Sementara itu, militer Irak melancarkan serangan-serangan udara di sejumlah daerah di kota Baiji, sebelah utara ibukota Baghdad. Akibatnya, 19 orang tewas dalam serangan tersebut. Pejabat-pejabat Irak mengatakan seperti dilansir AFP, Selasa (24/6), serangan udara tersebut mulai dilancarkan pada Selasa dini hari tadi waktu setempat. Setidaknya 17 orang juga terluka akibat serangan militer Irak itu. Disebutkan pejabat-pejabat Irak, para korban jiwa dan luka-luka termasuk warga sipil. Belum diketahui berapa persisnya jumlah militan yang tewas dalam serangan tersebut. Namun menurut stasiun televisi pemerintah Irak, sebanyak 19 teroris tewas dalam serangan udara di Baiji, kota strategis di Irak yang memiliki kilang minyak.

NATO Gelar Pertemuan
Irak tengah dilanda krisis terkait serangan-serangan yang dilancarkan para militan Sunni. Para menteri luar negeri NATO pun berkumpul untuk membahas krisis tersebut. Selain krisis Irak, masalah Ukraina juga akan dibahas dalam pertemuan NATO yang dimulai hari Selasa ini dan akan berlangsung dua hari. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/6).

Sebelumnya, kepala NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, aliansi tersebut terus mengikuti peristiwa-peristiwa di Irak dengan seksama. Namun menurut Rasmussen, dirinya belum melihat adanya peran bagi NATO dalam konflik Irak tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry melakukan kunjungan ke Irak terkait krisis yang melanda negeri itu. Kerry pun menjanjikan dukungan intens pemerintah AS bagi Baghdad dalam perang melawan para militan Sunni.

"Dukungan Washington akan intens, terus-menerus dan jika para pemimpin Irak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyatukan negara, itu akan efektif," kata Kerry di Kedutaan AS di Baghdad. "Ini momen kritis bagi masa depan Irak," imbuhnya.

Lawatan ini dilakukan Kerry sementara para militan Sunni di bawah pimpinan Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) terus melancarkan serangan-serangan di wilayah Irak. Kelompok ini bahkan terus bergerak mendekati ibukota Baghdad. Bahkan perkembangan terakhir, para militan berhasil menguasai kota strategis Tal Afar dan bandaranya yang berada di wilayah Irak utara. Kelompok ISIL menduduki kota yang mayoritas penduduknya warga Syiah itu setelah terjadi pertempuran ganas selama beberapa hari. (AFP/BBC/kps/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru