Tanjungbalai(harianSIB.com)
Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri rapat koordinasi (Rakor)Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan sebagai bagian dari proses penyiapan penetapan alur pelayaran guna meningkatkan keselamatan navigasi, menjamin keteraturan lalu lintas kapal, serta mendukung konektivitas wilayah kepulauan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Bogor pada 19 - 21 Agustus 2026.
" Dalam Rakor tersebut mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah Kota Tanjungbalai, Pemerintah Kabupaten Asahan dan pemangku kepentingan terkait guna menyelaraskan data, hasil kajian, serta aspek teknis yang menjadi dasar penyusunan dokumen penetapan Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Tanjungbalai Asahan," ucap Mahyaruddin saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Pada kegiatan tersebut Mahyaruddin menerangkan bahwa Direktur Kenavigasian Hernadi Tri Cahyanto mengatakan bahwa alur pelayaran merupakan salah satu instrumen utama dalam penyelenggaraan keselamatan navigasi pelayaran karena menjadi jalur utama pergerakan kapal yang harus didukung oleh perencanaan dan data teknis yang akurat.
Mahyaruddin juga mengatakan Hernadi juga menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjungbalai Asahan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara. Dan seiring meningkatnya aktivitas pelayaran, diperlukan alur pelayaran yang mampu memberikan kepastian navigasi sekaligus menjamin keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Pada saat itu lanjut Mahyaruddin, menurut Hernadi kualitas alur pelayaran sangat ditentukan oleh kualitas data dan perencanaan teknis yang digunakan.
" Oleh karena itu, sinkronisasi teknis diperlukan untuk memastikan seluruh data, kajian, dan rekomendasi yang menjadi dasar penetapan alur telah selaras dan memenuhi aspek keselamatan pelayaran," ucap Mahyaruddin.