Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026
Remaja Palestina Tewas Dibunuh

Yerusalem Timur Rusuh, Presiden Abbas Salahkan Israel

- Jumat, 04 Juli 2014 11:52 WIB
659 view
 Yerusalem Timur Rusuh, Presiden Abbas Salahkan Israel
SIB / AP Photo/Adel Hana
Kamp latihan milik Hamas di Jalur Gaza, Kamis (3/7), hancur setelah diserang militer Israel. Presiden Mahmud Abbas menyalahkan Israel atas penculikan dan pembunuhan remaja Palestina.
Tepi Barat (SIB)- Seorang remaja Palestina yang tinggal di wilayah Yerusalem timur telah diculik dan dibunuh. Presiden Palestina Mahmud Abbas menyalahkan Israel atas penculikan dan pembunuhan remaja putra bernama Mohammed Abu Khdeir itu.

"Israel memikul tanggung jawab penuh atas insiden ini," ujar Abbas seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (3/7). "Saya meminta pemerintah Israel untuk menghukum pembunuhnya, jika memang menginginkan adanya perdamaian antara rakyat Palestina dengan Israel," tegas Abbas. Jasad remaja Palestina berumur 16 tahun itu ditemukan di kawasan hutan di Yerusalem pada Selasa, 1 Juli waktu setempat, beberapa jam setelah keluarganya melapor ke polisi tentang hilangnya Khdeir.

Menanggapi kejadian ini, PM Israel Benjamin Netanyahu telah menyampaikan kecamannya terhadap pembunuhan remaja Palestina itu. Netanyahu pun telah meminta Menteri Keamanan Publik Israel Yitzhak Aharonovitch untuk memastikan penyelidikan pembunuhan ini segera dituntaskan, guna memastikan siapa yang bertanggung jawab dan apa motifnya.

Netanyahu juga mendorong kedua pihak, yakni Israel dan Palestina untuk tidak main hakim sendiri terkait kasus ini. "Israel adalah negara hukum dan semua orang harus bertindak sesuai hukum," tegas pemimpin negeri Yahudi itu.

Sementara itu di wilayah Yerusalem timur, kerusuhan terjadi di kawasan Shuafat menyusul penculikan dan pembunuhan seorang remaja Palestina. Ratusan warga Palestina yang mengenakan masker, melemparkan batu ke arah polisi yang mengawal mereka. Lemparan tersebut dibalas dengan tembakan peluru karet dan gas air mata oleh polisi antihuru-hara Israel.

Bentrokan kedua pihak ini berlanjut hingga malam hari. Dilaporkan sedikitnya 65 orang luka-luka dalam bentrokan ini. Tiga korban di antaranya terkena peluru asli, sedangkan 35 orang lainnya mengalami luka-luka akibat terkena peluru karet, termasuk 6 jurnalis.

"Tidak ada bedanya antara darah Arab dan darah Yahudi. Pembunuhan adalah pembunuhan. Tidak ada pengampunan atau pembenaran apapun bagi setiap pembunuhan," demikian pernyataan keluarga Naftali Frenkel, salah satu dari 3 remaja Israel yang tewas.

Sementara itu Israel kembali mengerahkan pasukannya ke perbatasan dengan Jalur Gaza, menyusul memanasnya situasi pasca tewasnya seorang remaja Palestina. Beredar anggapan bahwa pembunuhan remaja Palestina itu sebagai aksi balas dendam atas penculikan dan pembunuhan tiga remaja Israel di wilayah Tepi Barat. Pemerintah Israel menuding kelompok Hamas bertanggung jawab atas pembunuhan ketiga remaja tersebut. Israel bahkan mengancam akan melancarkan aksi balasan terhadap Hamas.

Pengerahan kembali pasukan tersebut memunculkan spekulasi Israel kemungkinan akan memperluas operasi militernya di wilayah Palestina. Israel terakhir kali melancarkan operasi besar-besaran di Gaza pada akhir 2002. Pengerahan tank dan pasukan artileri setelah penembakan roket sepanjang malam ke kota Sderot.

Israel membalasnya dengan kembali membombardir wilayah Gaza. Setidaknya 11 warga Palestina terluka ketika Israel membombardir 15 target di Gaza. Serangan udara ini dilancarkan Israel seiring meningkatnya serangan-serangan roket dari Gaza.

"Sebelas orang terluka di malam hari, termasuk satu orang yang saat ini dalam kondisi serius," tutur juru bicara otoritas kesehatan Gaza. Mereka yang terluka adalah tujuh orang di kota Beit Lahiya, Gaza utara dan empat orang di Gaza City.

Serangan udara pada Kamis dini hari waktu setempat itu, terjadi setelah belasan roket dari Gaza mendarat di wilayah Israel selatan. Dua roket di antaranya berhasil dijatuhkan oleh sistem antirudal Iron Dome. Namun sebuah roket menghantam sebuah rumah di Sderot. Tak ada korban dalam insiden itu.

Bahkan setelah serangan udara Israel, roket-roket Palestina terus diarahkan ke wilayah Israel selatan. Salah satu roket kembali mengenai sebuah rumah, juga di kota Sderot. Tak ada laporan jatuhnya korban dalam serangan roket ini. (Detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru