Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Terkait Penyadapan Telepon, Wartawan Inggris Dipenjara 18 Bulan

- Minggu, 06 Juli 2014 23:40 WIB
346 view
Terkait Penyadapan Telepon, Wartawan Inggris Dipenjara 18 Bulan
London (SIB)- Mantan Kepala Bidang Media Kantor Perdana Menteri Inggris David Cameron, Andy Coulson, divonis penjara 18 bulan. Ia terlibat penyadapan telepon besar-besaran oleh wartawan saat masih bekerja untuk taipan media Rupert Murdoch.

Ketika penyadapan terjadi, Coulson masih menjabat redaktur tabloid News of the World dari tahun 2003-2007, yang telah dimatikan menyusul terungkapnya skandal tersebut. Pasca-mundur dari tabloid tersebut, Coulson kemudian digaet menjadi Direktur Komunikasi untuk Partai Konservatif.

Namun pada pekan silam, Coulson dinyatakan bersalah melakukan konspirasi untuk menyadap kotak suara telepon seluler milik banyak orang. "Coulson mengetahui soal penyadapan itu dan bahkan dia ikut mendorongnya, padahal seharusnya dia menghentikannya," ucap hakim John Saunders di Pengadilan Old Bailey, London, Inggris seperti dilaporkan Euronews.com, Sabtu (5/7).

Tak hanya Coulson yang diganjar hukuman. Tiga mantan wartawan senior New of the World juga dijatuhi hukuman penjara. Greg Miskiw dan Neville Thurlbeck masing-masing dihukum kurungan penjara 6 bulan, sedangkan James Weatherup mendapat hukuman percobaan penjara selama 4 bulan.
Glen Mulcaire, mantan detektif swasta yang melaksanakan sebagian besar penyadapan divonis hukuman percobaan penjara 6 bulan. Namun, salah satu mantan redaktur News of the World lainnya yang pernah menjadi pacar Coulson, Rebekah Brooks, dinyatakan tidak bersalah oleh juri.

Menyusul vonis atas Coulson, Perdana Menteri David Cameron meminta maaf secara terbuka karena telah mengangkat Coulson sebagai kepala bidang media di kantornya. Sementara, lawan-lawan politik Cameron mengatakan penunjukan Coulson itu menandakan bahwa perdana menteri kurang pertimbangan.

Nick Davies, wartawan Inggris yang laporannya membantu mengungkap skandal penyadapan telepon yang mengguncang raksasa media, News Corp, dan pimpinan perusahaannya, Rupert Murdoch, telah sepakat untuk menulis buku tentang skandal tersebut.

Seperti ditulis Reuters, Nick Davies, seorang wartawan surat kabar The Guardian, London, membuat laporan tentang hal itu pada tahun 2009 bahwa divisi News Internasional di Inggris telah membayar 1 juta pounds untuk menyelesaikan kasus-kasus hukumnya yang berhubungan dengan penyadapan yang dilakukan oleh staf-staf di perusahaan media yang sekarang telah ditutup, News of the World.

Davies menghabiskan dua tahun lagi untuk mengikuti kasus itu dan melacak nara sumber yang bisa mengkonfirmasi bahwa wartawan telah secara ilegal menyadap telepon genggam selebritas, politisi dan bahkan korban pembunuhan untuk mendapatkan informasi pribadi yang kemudian dapat menjadi headline News of the World.

Skandal itu telah memicu hasrat publik dunia untuk mendorong investigasi ke operasi lainnya News Corp. Penangkapan para pejabat tinggi News of the World telah dilakukan dan Murdoch dan anak lelakinya James Murdoch, pimpinan News of the World dipaksa untuk bersaksi di depan komite parlemen Inggris.

Murdoch, pengusaha tangguh yang memimpin kerajaan media yang beromzet miliaran dolar termasuk studio film 20th Century Fox dan jaringan TV Fox, menyebut penampilannya sebagai, "hari yang paling rendah dalam karier saya." (BBC/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru