Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Donald Trump Tuduh China Berupaya Campuri Pemilu AS

* Trump: AS akan Perang dengan Korut Jika Saya Kalah Pilpres
- Jumat, 28 September 2018 19:33 WIB
650 view
Donald Trump Tuduh China Berupaya Campuri Pemilu AS
SIB/AP
Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempolnya ketika berpidato di satu acara Sidang Umum Majelis PBB, Kamis (27/9) di New York.
New York (SIB) -China sedang berupaya "mencampuri" Pemilu Amerika Serikat pada November mendatang, kata Presiden AS Donald Trump pada pertemuan PBB. Berbicara saat membuka pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Trump menuding China tidak ingin dirinya menang. "Sayangnya, kami menemukan bahwa China berupaya mencampuri pemilihan 2018 mendatang, pada November, melawan pemerintahan saya," kata Trump. 

Trump menilai, upaya campur tangan pada pemilu Kongres merupakan ajang balas dendam China terhadap perang dagang yang dia lakukan. "Mereka tidak ingin saya atau kami menang karena saya adalah presiden pertama yang menantang China dalam perdagangan. Dan kami memenangi perdagangan, kami menang di setiap tingkatan. "Kami tidak ingin mereka turut campur pemilihan kami yang mendatang." 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui persahabatannya dengan Presiden China Xi Jinping bisa saja berakhir. Melansir AFP, dia mengatakan, hubungannya dengan Xi mungkin akan menjadi memburuk. Padahal, sebelumnya, Trump sempat memuji pemimpin China itu atas perannya dalam membantu memberikan tekanan kepada Korea Utara terkait program nuklirnya. "Dia mungkin bukan teman saya lagi, tapi saya pikir dia mungkin menghormati saya," ujarnya. 

Menanggapi tudingan Trump, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan kepada hadirin bahwa China selalu mengikuti prinsip tidak mencampuri urusan domestik negara lain. "Ini adalah tradisi kebijakan luar negeri China. Kami tidak dan tidak akan mencampuri urusan domestik negara lain. Kami menolak menerima tuduhan tanpa bukti terhadap China," paparnya.

Belakangan, ketika Trump ditanya dalam jumpa pers mengenai bukti yang dia miliki soal campur tangan China, Trump mengatakan dia tidak bisa membeberkan bukti tersebut namun hal itu akan mengemuka. Trump kemudian merilis cuitan di Twitter berupa foto-foto kliping surat kabar yang dia sebut sebagai "propaganda" China.

Bukan Pertama Kali
Tuduhan China mencampuri pemilu AS beberapa kali dilayangkan para pejabat AS, termasuk Trump. Dalam wawancara bulan lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengatakan Rusia, Korea Utara, Iran, dan China berpotensi mencampuri pemilu AS. "Saya bisa memastikan bahwa campur tangan China, campur tangan Iran, dan campur tangan Korea Utara sudah menjadi perhatian keamanan nasional. Kami sedang mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya," kata Bolton kepada ABC News.

Trump sebelumnya juga pernah mencuit bahwa China "secara aktif mencoba mempengaruhi dan mengubah pemilu kami dengan menyerang petani kami, peternak, dan pekerja industri karena mereka loyal pada saya". Tudingan terhadap China mengemuka setelah Trump mengintensifkan perang dagang dengan mengenakan bea masuk terhadap 6.000 produk impor China bernilai US$200 miliar atau hampir Rp3.000 triliun. Dia memperingatkan bahwa jika China membalas, maka AS akan "langsung melaksanakan fase tiga" yaitu penerapan bea masuk terhadap produk impor China senilai US$267 miliar atau hampir Rp4.000 triliun.

AS telah tiga kali menerapkan bea masuk terhadap produk China sepanjang 2018. Pada Juli, Gedung Putih memberlakukan bea masuk terhadap produk China senilai US$34 miliar. Kemudian, bulan lalu, pajak sebesar 25% diterapkan terhadap produk China senilai US$16 miliar.

Secara keseluruhan, sekitar setengah dari seluruh produk impor China telah dikenai bea masuk tambahan. Di bidang militer, AS memberikan sanksi kepada militer Cina setelah membeli jet dan sistem rudal dari Rusia. China baru-baru ini membeli 10 jet tempur Sukhoi Su-35 dan rudal S-400 dari Rusia.

Akan Perang dengan Korut
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencetuskan bahwa AS akan berperang dengan Korea Utara (Korut) jika saja dirinya tidak terpilih menjadi presiden AS. "Jika saya tak terpilih, kita akan ada perang," tutur Trump seraya menambahkan bahwa "kini tak ada lagi yang bicara soal itu".

Menurut Trump, dirinya dan pemimpin Korut Kim Jong-Un memiliki hubungan yang sangat baik. Trump pun yakin akan prospek adanya kesepakatan perdamaian dengan Kim. "Kami memiliki hubungan yang sangat baik. Dia (Kim) menyukai saya, saya menyukai dia," ujar Trump saat konferensi pers di New York, di sela-sela sidang Majelis Umum PBB seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/9).

"Saya benar-benar yakin dia ingin menyelesaikannya. Dia ingin membuat kesepakatan, saya ingin membuat kesepakatan," imbuh Trump. Namun Trump menolak menyebutkan kapan Korut diperkirakan akan menyelesaikan denuklirisasi. "Saya tidak ingin masuk ke permainan waktu. Anda tahu mengapa? Saya bilang ke Mike Pompeo (Menteri Luar Negeri AS). Saya bilang 'Mike, jangan masuk ke permainan waktu.' Kita telah menghentikan dia. Mereka menghentikan proyek-proyek (nuklir), mereka menutup banyak area uji coba yang berbeda," tandas Trump. (AFP/BBCI/Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru