Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Terjang Tiongkok dan Filipina, Topan Rammasun Tewaskan 56 Orang

- Jumat, 18 Juli 2014 14:37 WIB
339 view
Terjang Tiongkok dan Filipina, Topan Rammasun Tewaskan 56 Orang
SIB/ (AP Photo/Bullit Marquez
Sebuah jembatan di kota Batangas, Filipina, ambruk setelah dihantam Topan Rammasun yang juga menerjang Tiongkok dan telah menewaskan 56 orang.
Beijing (SIB)- Setelah menerjang Filipina, Topan Ramassun bergerak menuju Tiongkok. Di Negeri Tirai Bambu, Topan tersebut menewaskan 18 orang. Selain 18 orang yang tewas, dari keterangan Kantor Berita Tiongkok, Xinhua terdapat pula enam orang masih belum diketahui keberadaannya. Keenema orang tersebut hilang akibat terkena tanah longsor.

Saat menerjang Tiongkok, Ramassun tidak hanya membawa hujan dengan intensitas besar, topan ini juga menyebabkan angin kencang. Bahkan kecepatan angin topan Ramassun pada titik maksimalnya mencapai 150 kilometer per jam.

Dilansir dari Associated Press, Kamis (17/7), Topan Ramassun menerjang hampir seluruh bagian di Selatan Tiongkok. Tidak hanya meneyebabkan korban tewas, tanah lonngsor dan banjir besar, akibat Topan Ramassun 300ribu di Kota Tongren, Zunyi dan Bijie harus mengalami pemutusan hubungan listrik.

Sementara korban tewas akibat topan ganas yang menerjang Filipina mencapai 38 orang. Jutaan orang di ibukota Manila dan wilayah lainnya mengalami pemadaman listrik. Usai menerjang Manila, Topan Rammasun tersebut kini telah bergerak menuju wilayah Tiongkok selatan. Topan ini telah menyebabkan jalan-jalan di Manila dipenuhi pohon-pohon dan tiang-tiang listrik yang bertumbangan. Para petugas listrik saat ini terus berupaya untuk menghidupkan aliran listrik.

Kepala badan penanggulangan bencana, National Disaster Risk Reduction and Management Council, Alexander Pama mengatakan, sejauh ini tercatat 38 orang tewas akibat topan ini. Namun dikatakannya, korban jiwa masih bisa bertambah karena banyak laporan tentang korban yang terus masuk. "Kebanyakan korban tewas tertimpa pohon-pohon yang tumbang," tutur Pama kepada stasiun televisi ABS-CBN.

Setiap tahun Filipina dilanda 20 badai besar. November tahun lalu, Topan Haiyan menghantam Kepulauan Samar dan Leyte dan menewaskan 7.300 orang. Kemarin, wilayah itu juga sempat terkena imbas angin kencang dan hujan sedang. Kepanikan warga korban badai Haiyan pun tak terelakkan terjadi dengan munculnya topan Rammasun. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru