Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026

Israel Mulai Lancarkan Serangan Darat ke Gaza

- Sabtu, 19 Juli 2014 13:32 WIB
241 view
Israel Mulai Lancarkan Serangan Darat ke Gaza
SIB/ist
Yerusalem (SIB)- Israel mulai mengerahkan pasukan darat untuk menggempur kelompok militan Hamas setelah sepuluh hari membombardir Jalur Gaza lewat serangan udara dan artileri. Serangan darat Israel di wilayah Palestina itu berlangsung Jumat (18/7), dini hari waktu setempat.

Sementara juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, bertekad kelompoknya tidak akan menyerah atas aksi Israel.

 "Kami memperingatkan Netanyahu akan konsekuensi buruk yang terjadi akibat perbuatan bodoh ini," lanjut Zuhri.

Menurut stasiun berita Reuters, beberapa jam setelah serangan darat dimulai, Israel melaporkan seorang tentaranya tewas dan dua luka-luka. Namun, jumlah korban di pihak Palestina lebih banyak, sudah sebelas yang tewas, ungkap tim kesehatan setempat. Belum ada laporan rinci berapa persisnya warga sipil yang tewas di Gaza sejak penyerbuan dimulai. Penyerbuan itu dimulai dengan sejumlah ledakan yang menerangi langit Gaza dini hari tadi.

Para warga di wilayah berpenduduk 1,8 juta jiwa itu mengaku melihat beberapa tank Israel sudah melewati perbatasan.

Militer Israel menyatakan bahwa invasi ini berskala terbatas - hanya menargetkan terowongan-terowongan manusia yang digali seadanya. Mereka mengaku tidak bermaksud menggulingkan Hamas, kelompok yang selama ini memimpin Palestina di Jalur Gaza.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa invasi darat itu hanya untuk menghancurkan terowongan-terowongan yang digunakan Hamas untuk menyusup ke Israel untuk melancarkan serangan.  Keputusan itu "disetujui oleh kabinet keamanan setelah Israel menyepakati proposal gencatan senjata Mesir, sementara Hamas menolaknya dan terus menembakkan roket-roket ke kota-kota Israel," kata pernyataan itu.

Angkatan darat mengatakan tujuan operasi itu adalah untuk melindungi kehidupan warga Israel dan menghancurkan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza. "Tujuan IDF seperti yang ditetapkan oleh pemerintah Israel adalah untuk mewujudkan keadaan di mana para warga Israel bisa hidup dengan aman tanpa terus mendapatkan teror, dan sementara itu memukul infrastruktur teror Hamas," kata pernyataan itu.

Juru bicara militer Jenderal Moti Almoz mengatakan serangan darat itu merupakan tahap kedua operasi, "setelah bagian pertama yang sukses", yaitu operasi serangan udara. "Saya meminta para warga Gaza untuk mengosongkan wilayah di mana tentara (Israel) dengan menjalankan operasi," katanya dalam pernyataan yang disiarkan melalui radio. "Operasi ini akan diperpanjang sejauh diperlukan," katanya.

Serangan darat itu terjadi sehari setelah Israel dan Hamas sepakat untuk gencatan senjata hanya selama beberapa jam. Dalam beberapa hari terakhir Israel melancarkan serangan udara dan artileri secara sporadis dan Hamas menembakkan roket-roket rakitan. 

Presiden Palestina Mahmud Abbas, mendesak Israel menghentikan operasi-operasi daratnya di Jalur Gaza, dan mengatakan tindakan itu akan menyebabkan lebih banyak korban jiwa dan merumitkan usaha-usaha untuk menghentikan konflik itu.

"Israel harus menghentikan operasi daratnya di Jalur Gaza," kata MENA yang mengutip pernyataan Abbas dalam satu pidato di hadapan kelompok intelektual Mesir dan wartawan di Kairo. "Operasi ini hanya akan menyebabkan lebih banyak pertumpahan darah dan merumitkan untuk menghentikan agresi (Israel)."

Israel meluncurkan Operasi Perlindungan Perbatasan pada 8 Juli untuk membasmi serangan-serangan roket dari Gaza dan militer mengatakan operasi yang baru akan termasuk operasi darat dan serangan-serangan udara.  Setidaknya sudah 240 warga Palestina yang terbunuh dalam serangan-serangan udara Israel sejak 8 Juli, yang banyak di antaranya adalah anak-anak, kata kalangan medis di Gaza.

Sementara mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton memperingatkan Israel mengenai pengucilan diri dari dunia karena berulang kali bentrok di Gaza setelah empat anak tewas di pantai dalam kekerasan terkini. "Dalam jangka panjang hal ini tidak baik bagi Israel untuk terus mengisolasi diri dari opini dunia karena tidak adanya proses perdamaian yang layak," kata Clinton.

"Dalam jangka pendek dan menengah, Hamas dapat menimbulkan PR mengerikan untuk rusaknya Israel karena terpaksa membunuh warga sipil Palestina demi melawan Hamas," tambah dia. Clinton mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk  melanjutkan pembicaraan serius.

"Saya percaya bahwa Perdana Menteri Netanyahu bisa dan harus membuat perjanjian damai yang komprehensif dengan Palestina," katanya seraya meyakini 60 persen warga Israel akan mendukung dia. (Ant/AFP/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru