Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026
Korban Tewas Lebih dari 500 Orang

Operasi Militer Israel di Gaza Didukung Dunia Internasional

Netanyahu: Hamas Gunakan Perisai Manusia Sipil
- Selasa, 22 Juli 2014 13:27 WIB
331 view
 Operasi Militer Israel di Gaza Didukung Dunia Internasional
Gaza (SIB)- Israel terus melancarkan serangan-serangan di wilayah Jalur Gaza. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahkan mengklaim bahwa operasi militer ini mendapat dukungan yang sangat kuat dari dunia internasional. "Kami sedang melaksanakan aktivitas yang kompleks, mendalam dan intensif di Jalur Gaza dan ada dukungan dunia untuk ini... dukungan yang sangat kuat," tutur Netanyahu sebelum memulai rapat kabinet keamanan Israel, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/7).

Netanyahu pun menyalahkan kelompok Hamas atas banyaknya korban warga sipil Palestina. Dicetuskan Netanyahu, tingginya korban warga sipil karena Hamas menggunakan warga tak bersalah sebagai "perisai manusia." Pemerintah Israel bersikeras, pihaknya hanya bertindak membela diri dari serangan-serangan roket militan Hamas. Bahkan Duta Besar (Dubes) Israel untuk PBB Ron Prosor menegaskan, negaranya menginginkan ketenangan.

"Persamaannya simpel saja. Akan ada ketenangan di Israel ketika ketenangan juga ada di Gaza. Kami hanya berusaha membela rakyat Israel," cetus Prosor seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/7).

Sejauh ini, sudah lebih dari 500 warga Palestina tewas selama operasi militer Israel di Gaza. Operasi militer Israel di wilayah Gaza ini telah berlangsung sejak 8 Juli lalu. Operasi yang diberi nama "Operation Protective Edge" ini diklaim Israel untuk menghentikan serangan-serangan roket militan Gaza.

Menurut militer Israel, terhitung 8 Juli, para militan Palestina telah menembakkan setidaknya 1.414 roket dan mortir ke wilayah Israel.

Sementara sebanyak 377 roket berhasil dijatuhkan dengan sistem antirudal canggih milik Israel, Iron Dome. Pada Minggu, 20 Juli waktu setempat, militer Israel menyatakan, 13 tentaranya tewas di Gaza di hari ketiga berlangsungnya serangan darat. Dengan demikian, sejauh ini sudah 18 tentara Israel yang tewas dalam konflik dengan Hamas tersebut. Kemudian dua warga sipil Israel tewas akibat serangan roket dari Gaza.

Sarat Sentimen
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu menyebut pernyataan Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan--yang membandingkan serangan Israel ke Gaza dengan Nazi--sebagai pernyataan yang sarat dengan "nuansa anti-semitis."

"Saya telah mendengar pernyataan Perdana Menteri Turki, kata-katanya sangat menarik perhatian. Saya kemudian mengatakan kepada (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat bahwa pernyataan tersebut sarat dengan nuansa anti-semitis," kata Netanyahu kepada sejumlah wartawan, seperti dilapor Reuters.

Sebelumnya Erdogan pada Sabtu menuduh Israel telah "melampaui level barbarisme yang dilakukan Hilter melalui sejumlah serangan ke wilayah Palestina." Namun di sisi lain Erdogan juga mengingatkan warga Turki untuk tidak melampiaskan amarahnya terhadap warga Yahudi di negara sendiri.

Erdogan juga menuduh Amerika Serikat telah membela taktik "yang tidak proporsional" dari Israel dan menyesalkan kegagalan negara-negara Muslim untuk bersikap lebih keras.

Turki dan Israel adalah dua negara yang mempunyai hubungan dekat, mereka juga sama-sama menjadi sekutu penting Amerika Serikat di Timur Tengah. Namun dalam beberapa terakhir, hubungan memburuk atas sikap keras Ankara terhadap kebijakan-kebijakan negara Yahudi tersebut di Gaza.

Israel sendiri menarik sejumlah diplomat dari Turki pada pekan lalu setelah munculnya sejumlah demonstrasi di depan kedutaan dan konsulat di Istanbul. Kementerian Luar Negeri di Yerusalem juga menyarankan warga Israel untuk tidak berpergian ke Turki untuk urusan "yang tidak esensial."
Ditembak Mati

Lebih dari 10 militan dari Gaza tewas ditembak setelah menyusup ke wilayah Israel selatan. Militer Israel menyebutkan, para militan itu masuk ke wilayah Israel melalui terowongan-terowongan. "Para teroris Hamas menyusup ke Israel lewat dua terowongan dari Gaza utara. IDF (militer Israel) mencegat dan menewaskan lebih dari 10 teroris," tutur juru bicara militer Israel, Letkol Peter Lerner seperti dilansir AFP, Senin (21/7). Tidak disebutkan berapa persisnya militan yang tewas dalam insiden tersebut.

Militer Israel hanya menyatakan, dua skuad teroris tersebut berhasil masuk ke wilayah Israel dengan menggunakan terowongan lintas perbatasan. Pasukan Israel sempat terlibat baku tembak dengan para militan tersebut.

Setelah itu para militan itu pun menjadi target serangan udara Israel.

Disebutkan bahwa beberapa tentara Israel terluka dalam insiden itu. Namun tidak ada keterangan lebih detail mengenai hal itu.

Sementara itu, dua warga Amerika Serikat tewas dalam pertempuran di Gaza. Keduanya merupakan personel militer Israel. Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan, dua warga negara AS tewas dalam konflik di Gaza. Namun Deplu tidak memberikan keterangan lebih detail.

"Kami bisa konfirmasikan kematian warga AS Max Steinberg dan Sean Carmeli di Gaza," kata juru bicara Jen Psaki dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/7). "Demi menghormati mereka yang terkena dampak hal ini, kami tak bisa menyampaikan lebih jauh saat ini," imbuh Psaki.
Menurut Los Angeles Times, Carmeli (21) merupakan putra dari pasangan warga Israel yang tumbuh di Texas, AS. Sementara Steinberg (24) tumbuh di California selatan, AS. Kedua pemuda itu merupakan anggota militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) dari unit Brigade Golani. (AFP/Ant/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru