Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 22 Agustus 2026

Lahar Panas Gunung Berapi Kilauea Dekati Pemukiman, Warga Hawaii Siaga

- Rabu, 29 Oktober 2014 16:52 WIB
727 view
Lahar Panas Gunung Berapi Kilauea Dekati Pemukiman, Warga Hawaii Siaga
Hawaii (SIB)- Otoritas Hawaii mengatakan aliran lahar panas dari gunung berapi Kilauea telah sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Warga di sepanjang jalur aliran lahar disebut telah diminta siaga untuk kemungkinan evakuasi. Menurut pejabat Hawaii, lahar panas telah berjarak kurang dari 70 yard atau sekitar 64 meter dari rumah-rumah warga. Aliran lahar panas selebar lebih dari 100 meter dilaporkan telah menutupi area pemakaman dekat desa Pahoa.

Aliran lahar panas yang terjadi setelah erupsi gunung Kilauea 27 Juni lalu, sempat berhenti pada akhir September. Tapi erupsi yang terus berlanjut, membuat lahar panas kembali mengalir secara perlahan sejak beberapa pekan lalu.

Sejak Minggu 26 Oktober lalu, aliran lahar panas telah bergerak sejauh 275 yard atau lebih dari 251 meter. Otoritas pertahanan sipil Hawaii mengatakan lahar panas bergerak sekitar 10-15 yard per jam. Tapi Senin malam, kecepatan aliran melambat hanya dua yard per jam.

Walau kecepatan aliran lahar panas bervariasi, namun jika terus berlanjut dikhawatirkan bakal berdampak pada kehidupan dan harta benda warga. Pernyataan resmi dari Kantor Walikota Billy Kenoi menyebut dua jalan raya telah ditutup dan Palang Merah Amerika Serikat (AS) membuat pos darurat.

Warga Pahoa Miki Warren, mengatakan penutupan jalan serta banyaknya orang yang datang ke Pahoa untuk melihat lahar panas telah mengganggu lalu lintas. Dia memutuskan pindah ke rumah kerabatnya karena rumahnya terancam dilewati lahar panas.

"Lahar panas berdampak pada setiap aspek kehidupan kami," kata Warren seperti dilansir Associated Press, Selasa (28/10). Otoritas Hawaii telah bergegas membangun akses jalan sementara dan melindungi Jalan Tol 130, rute utama yang dilalui sekurangnya 10.000 kendaraan per hari. Tertutupnya Jalan Tol 130  akan mengakibatkan lebih dari 8.000 orang di distrik Puna terjebak tanpa akses keluar. (AP/R16)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru