Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 19 Mei 2026

Dua Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza

Redaksi - Selasa, 19 Mei 2026 09:47 WIB
116 view
Dua Jurnalis Republika Ditangkap Israel Saat Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza
Foto: Dok/CNN Indonesia/globalsumudflotilla.or
Total sembilan WNI ditangkap Israel dalam pelayaran Global Sumud Flotilla 2026.

Jakarta(harianSIB.com)

Militer Israel dilaporkan menangkap dua jurnalis Republika bersama tujuh warga negara Indonesia lainnya yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza, Palestina. Penangkapan terjadi setelah armada Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 dicegat di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Dua jurnalis tersebut adalah Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai. Keduanya berada dalam rombongan relawan internasional yang membawa obat-obatan, bantuan logistik dan dukungan solidaritas bagi warga sipil Palestina yang terdampak blokade dan konflik berkepanjangan.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyatakan pihaknya mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut.

"Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti," ujar Andi dalam pernyataan resmi, Senin (18/5), sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Baca Juga:
Ia menegaskan, keselamatan kedua jurnalis Republika menjadi perhatian serius pihaknya. Menurutnya, tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.

"Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional," katanya.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI yang berada dalam armada tersebut terdiri dari Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, serta dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.

Selain sembilan WNI itu, sedikitnya 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara disebut ikut ditangkap dalam operasi intersepsi armada Global Sumud Flotilla.

Republika juga merilis video SOS dari Bambang Noroyono usai penangkapan. Dalam video tersebut, ia meminta bantuan pemerintah Indonesia.

"Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel," ucapnya dalam video tersebut.

Sebelumnya, Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada bantuan yang berlayar menuju Gaza. Dalam pernyataan di media sosial, mereka menyebut pasukan Israel telah menaiki salah satu kapal pada siang hari.

Media Israel melaporkan para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi selesai. Sedikitnya empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal armada untuk mematikan mesin.

Menurut laporan, armada bantuan itu dicegat di lepas pantai Siprus. Meski menghadapi intersepsi militer, para aktivis dikabarkan tetap berupaya melanjutkan perjalanan menuju Gaza.

Armada Global Sumud terdiri dari 54 kapal yang berlayar dari distrik Marmaris di pesisir Mediterania Turki pada Kamis lalu. Misi tersebut merupakan upaya terbaru komunitas internasional untuk menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak 2007. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotila, 2 Jurnalis Republika Ditangkap
IMO Siapkan Rencana Evakuasi Ratusan Kapal yang Terjebak di Selat Hormuz
AS Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Tak Libatkan Lebanon
Israel Klaim Bunuh Pemimpin Hizbullah Naim Qassem
Israel Serang Lebanon, 254 Orang Tewas 1000 Luka
Israel Tetap Bombardir Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Berlaku Dua Pekan
komentar
beritaTerbaru
Wali Kota Berobat ke Luar Negeri

Wali Kota Berobat ke Luar Negeri

Medan(harianSIB.com)Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah meminta pemko dapat memastikan pelayanan publik, stabilitas ekonomi