Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Gempa Beruntun di Sejumlah Negara, Pakar Ingatkan Publik Jangan Mudah Panik

Redaksi - Jumat, 26 Juni 2026 08:35 WIB
132 view
Gempa Beruntun di Sejumlah Negara, Pakar Ingatkan Publik Jangan Mudah Panik
Reuters/Gaby Oráa
Seorang pria berada di antara reruntuhan bangunan di La Guaira, Venezuela, setelah gempa bumi mengguncang negara itu, 25 Juni 2026.

Internasional (harianSIB.com)

Rangkaian gempa bumi yang terjadi dalam waktu berdekatan di Jepang, Filipina, Papua Nugini, California (Amerika Serikat), hingga Venezuela memicu perhatian publik setelah peta aktivitas seismik beredar luas di media sosial. Meski demikian, para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan seluruh kejadian tersebut sebagai satu rangkaian yang saling memicu tanpa dasar ilmiah.

Dalam peta yang beredar, Jumat (26/6/2026) tercatat gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di Jepang, 5,6 di California, 4,9 di Filipina, 5,1 di Papua Nugini, serta dua gempa besar berkekuatan 7,2 dan 7,5 di Venezuela. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai aktivitas kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Secara geologi, Ring of Fire merupakan jalur pertemuan sejumlah lempeng tektonik yang mengelilingi Samudra Pasifik. Kawasan tersebut memang menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas gempa dan gunung api paling tinggi di dunia.

Di Jepang, gempa kuat membuat otoritas meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai fasilitas vital. Meski tidak diterbitkan peringatan tsunami besar, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan sesuai prosedur mitigasi yang berlaku.

Baca Juga:
Sementara itu, Filipina dan Papua Nugini yang berada di kawasan subduksi aktif juga mengalami gempa berkekuatan sedang. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari dinamika pergerakan lempeng bumi yang memang sering terjadi di wilayah tersebut.

Gempa bermagnitudo 5,6 juga mengguncang California. Wilayah yang dilintasi Sesar San Andreas itu dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas seismik tinggi di Amerika Serikat sehingga sistem mitigasi dan peringatan dini terus disiagakan.

Sorotan terbesar tertuju ke Venezuela setelah dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi dalam waktu berdekatan. Guncangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan dan memaksa warga melakukan evakuasi di sejumlah wilayah terdampak.

Meski demikian, para ahli menegaskan Venezuela tidak berada pada jalur utama Ring of Fire, melainkan pada sistem tektonik Karibia dan Amerika Selatan. Karena itu, rangkaian gempa yang terjadi hampir bersamaan di berbagai negara tidak dapat disimpulkan saling berkaitan atau dipicu oleh satu peristiwa yang sama.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) juga menegaskan hingga kini gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, baik mengenai waktu, lokasi maupun magnitudonya. Karena itu, masyarakat diminta mengandalkan informasi dari lembaga resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Bagi Indonesia, termasuk wilayah Sumatera Utara yang berada di kawasan rawan gempa akibat aktivitas sesar dan subduksi, peristiwa tersebut menjadi pengingat penting agar masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan memahami jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga, serta mengikuti arahan pemerintah dan lembaga kebencanaan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
5 Tahun, Indonesia Diyakini Punya 50 Startup Unicorn
Pomparan Raja Turnip Boru-Bere Indonesia Kunjungan Sejarah ke Samosir
Ma´ruf Amin: Tidak Boleh Ada Lagi Perlakuan Diskriminasi kepada Suatu Kelompok di Indonesia
Tuntut Upah Pengamanan KTT APEC, Polisi-Tentara Geruduk Parlemen Papua Nugini
Nurdin Tampubolon Silaturahim dengan Keluarga Besar Pendiri Tako Indonesia
Suporter Indonesia Butuh Payung Hukum
komentar
beritaTerbaru