Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 Juli 2026

Militer AS Kembali Serang Kota Bushehr

Redaksi - Rabu, 15 Juli 2026 17:57 WIB
123 view
Militer AS Kembali Serang Kota Bushehr
dok. REUTERS/Raheb Homavandi
Reaktor utama di PLTN Bushehr di Iran bagian selatan

Amerika Serikat kembali membombardir kota pusat pembangkit tenaga nuklir Iran, Bushehr, Selasa (14/7/2026) pagi waktu setempat.

"Musuh Amerika menyerang tiga lokasi di Bushehr hari ini," kata Gubernur Kota Bushehr Mohammad Mozafari kepada IRNA.

Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban tewas akibat serangan AS ke salah satu PLTN terbesar di Iran tersebut.

Iran sebelumnya telah mengaktifkan sistem rudal pertahanan untuk mencegah serangan-serangan udara dari AS.

Baca Juga:
Antisipasi itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan akan menjadi target pada fase terakhir kecuali Teheran setuju untuk kembali bernegosiasi dengan AS.

Pemimpin Partai Republik itu kemudian mengatakan bahwa AS akan terus melakukan serangan "sangat keras" terhadap Iran sampai dia memutuskan "itu sudah cukup".

Dia juga mengatakan AS mengadakan pembicaraan dengan Iran pada Selasa dan mendesak Teheran untuk mencapai kesepakatan.

AS pernah melancarkan serangan besar-besaran ke PLTN Bushehr sejak perang antara Teheran dan Washington kembali meletus pada 28 Februari.

PLTN Busher merupakan hasil kerjasama dengan Rusia. Menurut Dr Bichara Khader, Profesor Emeritus Université Catholique, Prancis yang mendalami masalah dunia Arab kontemporer, PLTN Bushehr adalah program nuklir Iran yang pada awal tahun 1990-an kekurangan dana, tapi kurang mendapat dukungan negara-negara Barat.

"Saat itulah Iran beralih ke Tiongkok, yang mulai sangat membutuhkan minyak dan gas Iran, dan terutama Rusia, yang dengan senang hati mengambil alih peran negara-negara Barat di negara yang sentralitas strategisnya tidak diragukan lagi," kata Bichara dalam laman European Institute of Mideterranean.

Kerja sama dengan Rusia menghasilkan penyelesaian unit pertama Pembangkit Listrik Bushehr. Kontrak tersebut ditandatangani pada tahun 1999.

Perjanjian kerja sama dengan China, pada bagian lainnya, ditandatangani lebih awal, pada tahun 1990, untuk "transfer teknologi siklus bahan bakar nuklir."

Kerja sama teknologi Iran dengan Rusia dan China ini, membangkitkan kemarahan AS, yang memberlakukan serangkaian sanksi antara tahun 1995 dan 1996 terhadap perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di sektor minyak dan gas Iran. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Biaya Latihan Militer AS-Korsel Capai Rp203 Miliar
Trump Cabut Larangan Transgender Masuk Militer AS
Operasi Militer AS di Seluruh Dunia Terancam Lumpuh
Mulai 1 Januari 2018 Militer AS Terima Transgender
Militer AS Diminta Siap Jika Trump Ambil Opsi Militer ke Korut
Kapal Support Militer AS Sandar di Tanjungwangi
komentar
beritaTerbaru