Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 14 September 2026

Curi Bitcoin Rp3,8 Triliun, Pemuda 22 Tahun Habiskan Uang untuk Jet hingga Mobil Mewah

Redaksi - Senin, 14 September 2026 11:47 WIB
124 view
Curi Bitcoin Rp3,8 Triliun, Pemuda 22 Tahun Habiskan Uang untuk Jet hingga Mobil Mewah
Dok. Bitcoin Exchange Guide
Ilustrasi Peretas kripto.

Washington(harianSIB.com)

Dunia kripto kembali diguncang kasus pencurian bernilai fantastis. Seorang warga Singapura berusia 22 tahun disebut terlibat dalam sindikat yang diduga mencuri aset kripto sekitar Rp 4,3 triliun.

Ini menjadikan salah satu perampokan mata uang kripto terbesar dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Dilansir Channel News Asia (CNA), Malone Lam menjadi pemimpin komplotan pencurian mata uang kripto skala besar di Amerika Serikat.

Lam mengorganisasi dan memimpin kelompok kejahatan yang melancarkan serangan social engineering. Komplotan ini menyamar sebagai karyawan dari perusahaan terpercaya, seperti Google, untuk membujuk korban agar menyerahkan informasi pribadi seperti kata sandi, seed phrase, dan kode autentikasi dompet kripto.

Baca Juga:
Komplotan ini berhasil mencuri lebih dari US$260 juta dari beberapa korban. Salah satu aksi pencurian terbesar terjadi pada Agustus 2024. Mereka memperoleh lebih dari 4.100 bitcoin senilai sekitar US$230 juta dari seorang korban di Washington, DC.

Uang hasil curian itu kemudian digunakan untuk membiayai gaya hidup serba mewah, seperti membeli armada mobil mewah bernilai hingga US$3,8 juta per unit, jam tangan mahal, menyewa jet pribadi, rumah di Los Angeles, Miami, dan Hamptons, mempekerjakan tim pengawal pribadi, serta menghabiskan ratusan ribu dolar untuk pesta di klub malam.

Lam kemudian mengaku bersalah di pengadilan AS atas dakwaan konspirasi pemerasan (racketeering conspiracy). Lam yang putus sekolah saat duduk di kelas delapan dan datang ke AS dari Singapura, menghadapi ancaman hukuman penjara maksimum hingga 20 tahun.

Selain itu, ia dan anggota komplotannya diwajibkan mengembalikan uang ganti rugi sebesar lebih dari US$245 juta kepada para korban.

Lam sendiri telah memberikan pengakuan. Dia tak menyangka kasusnya akan seheboh ini.

"Kami sering membahas soal bagaimana jadinya jika saya tertangkap, tetapi tidak pernah menyangka akan seheboh ini," ujar Lam kepada rekan-rekannya melalui panggilan telepon yang direkam saat dia berada di penjara, sebagaimana tercantum dalam dokumen dakwaan.

Menurut dakwaan jaksa AS, Lam dan rekan-rekannya pada Agustus 2024 menggunakan teknis "rekayasa sosial" untuk menipu seorang pria asal Washington DC dan mencuri Bitcoin senilai lebih dari US$ 245 juta.

Menurut jaksa AS, dua orang yang diduga sebagai rekan konspirator Lam menyamar sebagai perwakilan Google dab bursa kripto Gemini untuk memanipulasi korban agar memberikan akses ke Google Drive miliknya dan mengungkapkan kode keamanan, yang memungkinkan Lam menguras lebih dari 4.100 Bitcoin. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Keluarkan 407 SKT di Lahan HGU PTPN II, Negara Rugi Rp 1,178 Triliun
PDRB di Sumut Mencapai Rp 188,8 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2018 Sebesar 5,43 %
Nilai Barang Milik Negara Melesat Jadi Rp5.728 Triliun
Kades Sampali Jadi Tersangka, Kerugian Negara Rp1,178 Triliun
Ed Sheeran Kumpulkan Rp1,58 Triliun Setahun, Taylor Swift Dapat Rp165 Miliar dari 2 Kali Konser
Ed Sheeran Kumpulkan Rp1,58 Triliun Setahun, Taylor Swift Dapat Rp165 Miliar dari 2 Kali Konser
komentar
beritaTerbaru
Tapteng Terjebak Ancaman Banjir

Tapteng Terjebak Ancaman Banjir

Tapteng(harianSIB.com)Warga Tapanuli Tengah (Tapteng) masih harus menghadapi ancaman banjir yang terus berulang. Sejumlah titik seperti Tukk