PBB (SIB)- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Sabtu (1/3), mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan mengerikan terhadap warga sipil di stasiun kereta di Kunming, China Baratdaya.
Ban menyampaikan harapannya bahwa mereka yang bertanggung-jawab akan diseret ke pengadilan.
"Sekretaris Jenderal menyatakan bahwa tak ada pembenaran bagi pembunuhan warga sipil --yang tak berdosa-- dan berharap mereka yang bertanggung-jawab akan diseret ke pengadilan," kata satu pernyataan yang dikeluarkan oleh jurubicaranya, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Tiga-puluh-sembilan warga sipil dikonfirmasi tewas dan 130 orang lagi cedera, setelah sekelompok orang menyerang stasiun kereta pada Sabtu di Kunming, Ibu Kota Provinsi Yunnan, kata pihak berwenang. Ditambahkannya, serangan itu teratur dan telah direncanakan.
Pemerintah Kota Praja, Ahad, menyatakan bukti di lokasi kejadian memperlihatkan serangan tersebut dilancarkan oleh kelompok separatis Xinjiang.
Saat ini penyelidikan sedang dilakukan. Korban yang cedera telah dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pengobatan darurat. Menurut biro kereta Kunming, keberangkatan kereta tidak terpengaruh.
Pemerintah berikrar akan menindak pelaku kegiatan teror dan kerusuhan dalam segala bentuk dan menjamin keamanan harta serta nyawa rakyat.
Seorang reportes Xinhua di lokasi kejadian mengatakan beberapa tersangka telah dibekuk, sementara polisi masih menanyai orang-orang di stasiun kereta tersebut.
Wartawan itu mengatakan petugas pemadam dan pekerja medis telah tiba di lokasi kejadian, dan orang yang cedera telah dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pengobatan darurat. Jalan arteri ke stasiun tersebut telah ditutup.
Seorang dokter di Rumah Sakit Rakyat No.1 Kunming mengatakan kepada Xinhua melalui telepon pekerja medis di rumah sakit itu sibuk mengobati korban cedera. Ia menambahkan mereka masih belum yakin mengenai jumlah korban secara pasti.
Menurut reporter Xinhua di rumah sakit tersebut, selusin mayat terlihat di sana. Hingga pukul 00.00 Ahad waktu setempat, lebih dari 60 korban dalam serangan itu telah dikirim ke rumah sakit tersebut, demikian catatan pendaftaran di instalasi gawat darurat.
Di ruang penjaga di luar stasiun, tiga korban menangis. Salah satu dari mereka, yang bernama Yang Ziqing, memberitahu Xinhua mereka sedang menunggu di bundaran stasiun untuk naik kereta pukul 22.50 ke Shanghai, tapi harus menyelamatkan diri ketika seorang pria yang memegang pisau tiba-tiba mendatangi mereka.
Stasiun Kereta Kunming, yang berada di daerah timur-laut kota tersebut, adalah salah satu stasiun kereta terbesar di China Baratdaya. Stasiun itu dioperasikan pada 1958.
(Ant/Xinhua/q)