Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 21 Agustus 2026
Dihadiri 2 Mantan Ibu Negara AS dan Aktris Malaysia

Aung San Suu Kyi Dirikan Yayasan Suu

- Senin, 10 Maret 2014 11:27 WIB
375 view
 Aung San Suu Kyi Dirikan Yayasan Suu
Sib/ AP Photo/Khin Maung Win
Aktris Malaysia Michelle Yeoh (kiri) menghadiri peluncuran Yayasan Suu di Yangon, Myanmar, Minggu (9/3), yang dibentuk tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi.
Yangon (SIB)- Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, meluncurkan Yayasan Suu di Yangon, Myanmar, Minggu (9/3/2014), di hadapan hampir 400 wartawan dari 31 negara. Mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton dan Laura Bush, menjadi ketua kehormatan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan ini. Aktris Michele Yeoh, pemeran Aung San Suu Kyi dalam film The Lady pun hadir di Yangon dan menjadi pengurus Yayasan Suu.

Peluncuran Yayasan Suu tersebut menjadi acara perdana dalam rangkaian seminar internasional kemerdekaan pers di Yangon yang diselenggarakan East West Center, lembaga nirlaba yang berbasis di Hawaii, Amerika Serikat. Dalam kesempatan tersebut, Aung San Suu Kyi menyatakan perlunya kemerdekaan pers agar pemerintahan berjalan demokratis dan rakyatnya tahu apa yang terjadi.

Namun Suu Kyi, yang menjadi ketua yayasan ini, sekaligus mengingatkan bahwa kemerdekaan harus disertai dengan tanggung jawab. Semakin besar kebebasan yang dimiliki, semakin besar tanggungjawab yang ditanggung. Suu Kyi menyebutkan ajaran Buddha favoritnya yang menyatakan, "Jangan bicara jika apa yang akan disampaikan bukan kebenaran, tidak bermanfaat, bahkan tak bisa diterima publik."

Suu Kyi sadar betul bahwa Yayasan Suu memerlukan waktu lama sebelum memetik hasilnya. Yayasan tersebut tak banyak membantu NLD meraih dukungan rakyat untuk menghadapi pemilu tahun depan. "Saya pernah membaca, pikiran utama para politikus itu adalah bagaimana memenangi pemilu berikut. Hanya negarawan yang memikirkan bagaimana memperbaiki keadaan bagi generasi berikut."

Suu Kyi menyatakan partainya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), tak memiliki surat kabar. "Partai saya tak punya koran karena tak punya uang," katanya. Menurut pemenang penghargaan Nobel Perdamaian ini, perlu uang banyak untuk memiliki media.

"Dan partai saya partai miskin," katanya. "Tapi saya tak malu bahwa partai saya miskin. Justru malu kalau kaya raya di tengah bangsa yang masih miskin."  Seusai acara, Suu Kyi langsung kembali ke Ibu Kota Nay Pyi Taw untuk menjalankan tugasnya sebagai anggota parlemen dari partai oposisi NLD (Liga Nasional Demokrat) di ibu kota baru Myanmar itu. (okz/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru