Kuala Lumpur (SIB)- Dukun VIP yang tengah berupaya keras untuk mencari pesawat Malaysia Airlines, kesal dianggap telah melanggar syariah Islam. Menurutnya ritual yang dilakukannya bukanlah sebuah tindakan syirik. Ibrahim Mat Zin membela diri bahwa ritual yang dilakukannya di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, menggunakan ayat suci Alquran. Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut dilakukannya dengan berlandaskan syariah.
"Penggunaan benda itu hanya simbolis. Ini juga diajarkan oleh tetua sejak dulu dan bukan untuk diberhalakan," jelas pria yang dikenal dengan "Raja Bomoh", seperti dikutip The Malaysian Insider, Jumat (14/3. "Saya harap rakyat tidak menuduh saya tidak sesuai dengan ajaran Islam. Tuntutan akan saya layangkan kepada mereka yang menganggap saya sesat," lanjutnya.
Sementara pihak Pemerintah Malaysia membantah bahwa pemerintah meminta bantuan kepada "Raja Bomoh". Menteri di Departemen Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Shahidan Kassim, menegaskan pemerintah tidak pernah sekali pun menghubungi Ibrahim Mat Zin.
"Saya tidak percaya dia (Raja Bomoh) mendapat arahan dari pemerintah. Apa yang dilakukannya sangat bertentangan dengan ajaran Islam," tuturnya. Ibrahim melakukan ritual pencarian MH370 mulai Senin 10 Maret 2014. Sebuah karpet yang dipasang olehnya untukĀ melakukan pencarian terhadap pesawat Malaysia Airlines yang hilang.
Namun karpet tersebut akhirnya dipindahkan oleh Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS). Mereka menilai hal tersebut termasuk dalam kategori syirik, tidak sesuai dengan agama Islam, sebagai agama mayoritas di negara tersebut.
Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, mengkritik upacara pencarian pesawat Malaysia Airlines yang dilakukan brahim Mat Zin. Bahkan ia meminta penyelidikan untuk mencari tahu siapa yang mempekerjakan dukun itu. "Kelakuan Ibrahim di Bandara Internasional Kuala Lumpur begitu memalukan," kata Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar, pemerintah Malaysia menangani permasalahan dengan sangat lemah. Dan kini semuanya memburuk dengan kehadiran sang dukun. "Mungkin beberapa orang menyangka ini salah saya, bila saya yang mengirimnya. Tapi siapa yang memberi dia izin?" ujar Anwar. Anwar menduga ada yang membayar Ibrahim. Sebab pada pakaiannya tersemat lencana 1Malaysia. "Dia pasti bomoh nomor satu di Malaysia." Anggota parlemen dari Pokok Sena, Mahfuz Omar, mengatakan tindakan dukun Ibrahim menunjukkan bahwa Malaysia tidak hanya kehilangan pesawat. "Tapi juga kehilangan kredibilitas negara dan pemimpinnya."
Sejak lelaki yang menjuluki dirinya sendiri Raja Bomoh Sedunia Nujum VIP itu melakukan upacara pencarian Malaysia Airlines, Anwar Ibrahim menerima ratusan surat elektronik dari seluruh dunia. Pada intinya, surel-surel itu menanyakan satu hal, "Apa yang terjadi di negara Anda?"
Pada Rabu, 12 Maret 2014, dukun Ibrahim Mat Zin menggelar upacara di Bandara Internasional Kuala Lumpur bersama tiga asistennya. Dalam aksinya, Ibrahim menggunakan keranjang dari rotan, karpet, dan tongkat. Duduk di atas karpet, mereka berlagak mendayung di atas kapal. Itu merupakan sesi ritus kedua mereka setelah mereka menggelar upacara pencarian menggunakan teropong pada Senin, 10 Maret 2014.
Dukun Ibrahim menggelar upacara ritual di depan wartawan media lokal dan asing. Dan dalam waktu singkat, foto mereka langsung menyebar di media sosial, seperti Twitter dan Facebook. Tak pelak lagi, komentar bernada mengejek dari pengguna media sosial bermunculan tak lama kemudian.
(okz/w)
Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.