Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 02 Oktober 2026

Honor Penjaga Portal Zona Merah Sinabung Telat 7 Bulan

* BPBD: Anggaran Belum Turun dari Pusat
- Senin, 23 Juli 2018 19:39 WIB
283 view
Honor Penjaga Portal Zona Merah Sinabung Telat 7 Bulan
Tanah Karo (SIB) -Penjaga portal zona merah gunung Sinabung merana. Hal ini dikarenakan hingga kini Minggu (22/7),  honor uang lelah mereka sudah 7 bulan belum dibayar. 

Seorang relawan JL Ginting, warga pengungsi Sinabung yang dipekerjakan oleh BPBD Karo sebagai relawan penjaga portal sejak tahun 2015 sesuai SK Bupati Karo mengatakan, dalam SK yang diberikan oleh BPBD Karo tertera gaji penjaga portal sebesar Rp 145.000/hari. Namun sejak Oktober 2017 lalu sampai saat ini, gaji tersebut belum diterimanya. "Perjanjian setiap 35 hari dicairkan," katanya. 

Disamping itu, ternyata pada tahun 2016 ada juga gaji penjaga portal selama 4 bulan yang sampai saat ini belum dicairkan. Kata Ginting, ia sudah berulang ulang kali mendatangi kantor BPBD Karo mempertanyakan gaji penjaga portal zona merah yang sampai saat ini belum dibayar. Tapi usaha itu selalu  sia-sia, karena tidak ada yang menanggapi bahkan pihak BPBD selalu menghindarinya dan berdalih sibuk kerja dan diperiksa KPK. 

Para penjaga portal ini mengharapkan, keterusterangan pihak BPBD Karo supaya mereka tidak terlalu berharap dan sisa gaji itu supaya secepatnya diselesaikan. "Kalau tidak perlu lagi penjaga portal zona merah ya bilanglah, tapi sisa gaji selama ini kita berharap diselesaikan," katanya.

Kabid RR BPBD Karo Natanail Peranginangin kepada SIB, Minggu (22/7) mengakui keterlambatan pencairan honor penjaga portal. Bahkan katanya, bukan hanya honor penjaga portal yang belum dibayarkan. Tetapi termasuk di dalamnya anggaran penanganan lahar dingin, perawatan kebersihan kamar mandi Huntara dan anggaran pembersihan abu vulkanik bila ada erupsi.

Namun katanya, penjagaan portal masih tetap dilakukan di bawah pengawasan Danramil dan Kapolsek setempat. "TNI/Polri melalui Danramil dan Polsek setempat masih rutin menjaga walaupun sifatnya mobile dan hanya mengimbau," katanya.

Dirincinya, mengenai keterlambatan turunnya dana, berdasarkan koordinasi BPBD dengan BNPB mengatakan sedang dalam proses.

Pihaknya juga berharap kesabaran warga yang terlambat honornya sembari menunggu dana dari pusat. "Kita semua berharap supaya dana itu segera turun dan akan tetap kita desak," katanya. (B02/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru