Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 20 April 2026

Kondisi Jembatan Penghubung Desa Juma Gerat- Desa Ujung Teran Dairi Memprihatinkan

- Kamis, 04 Oktober 2018 19:43 WIB
317 view
Kondisi Jembatan Penghubung Desa Juma Gerat- Desa Ujung Teran Dairi Memprihatinkan
SIB/Dok
MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan berkonstruksi kayu penghubung Desa Juma Gerat dengan Dusun Tambun Desa Ujung Teran Kecamatan Tigalingga, Dairi memprihatinkan. Terlihat kondisi jembatan sangat memprihatinkan, foto dipetik beberapa waktu lalu di Dusun Batu
Sidikalang (SIB) -Warga mengeluhkan kondisi jembatan menghubungkan Desa Juma Gerat dengan Dusun Juma Tambun Desa Ujung Teran Kecamatan Tigalingga, Dairi. Kondisi jembatan berkonstruksi kayu sangat memprihatinkan.

Hal itu disampaikan Budi Sinuraya warga Desa Juma Gerat kepada wartawan, Rabu (3/10) lewat telepon. Disebutnya, jembatan berkonstruksi jejeran kayu bulat sangat mengkuatirkan pengendara saat melintas. Tidak jarang kendaraan mengalami kecelakaan.

Jembatan yang dibangun dengan swadaya masyarakat tersebut, kini sudah memprihatinkan. "Jembatan itu dibangun sekitar tahun 2015, menggunakan swadaya masyarakat dan dikerjakan masyarakat, kondisinya sekarang sudah rusak berat," ucapnya.

Akibat kondisi jalan itu, kata Budi, kurang lebih seratusan kepala keluarga (KK) di Desa Ujung Teran harus menderita. Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju desa tersebut. Hasil pertanian berupa durian, jagung, coklat, kemiri, jahe, cabai dan lainnya sulit dipasarkan.

Pengumpul atau pun petani hendak menjual ke pasar, harus dua kali kerja. "Dari rumah hasil dinaikkan dengan kendaraan, kemudian sebelum jembatan harus diturunkan sebagian untuk mencegah kecelakaan. Karena kondisi jembatan sudah rawan," ucapnya. Lanjutnya, dampak kerusakan itu begitu terasa, karena harga kebutuhan untuk pertanian seperti pupuk menjadi mahal, misalnya, pupuk urea dibeli petani per zak menjadi Rp 130 ribu dari harga Rp 90 ribu.

Selain jembatan, kurang lebih 3 kilometer badan jalan yang menghubungkan desa tersebut juga rusak berat. "Tidak jarang anak sekolah dari desa itu harus terlambat ke sekolah akibat kondisi jalan tersebut," jelasnya.

Kerusakan itu sudah pernah disampaikan kepada kepala desa, supaya diperbaiki menggunakan dana desa. Tetapi disebutkan jalan tersebut merupakan aset kabupaten. Budi mengaku, beberapa hari lalu, pihak Kecamatan Tigalingga mengundang beberapa tokoh masyarakat dari desa itu, untuk mengikuti Musrembang kecamatan. "Kita berharap perbaikan jembatan dan jalan tersebut dapat dimasukkan ke APBD Dairi 2019," ucapnya. (B05/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru