Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Paska Banjir Menutupi Payalahlah, Ratusan Hektar padi Puso di Dua Kecamatan di Karo

- Rabu, 22 Januari 2014 13:05 WIB
563 view
Paska Banjir Menutupi Payalahlah, Ratusan Hektar padi Puso di Dua Kecamatan di Karo
SIB/Alexander Hr Ginting
AMATI. Petani mengamati areal persawahannya berisi padi yang terserang penyakit yang dipastikan fuso di wilayah persawahan Payalahlah meliputi kecamatan Mardinding dan Laubaleng.
T Karo (SIB)- Bencana terus silih berganti menimpa masyarakat Karo. Erupsi Sinabung yang tiada henti-hentinya, kini giliran masyarakat dua kecamatan, Mardinding dan Laubaleng terancam kelaparan. Pasalnya, setelah persawahan Payalahlah ditutupi banjir baru-baru ini, kini giliran ratusan hektar persawahan berisi padi terancam puso (gagal panen-red).

Demikian dikatakan Ketua Kelompok Tani Paya Lambok, Muhammad Saleh Depari dan  sejumlah warga kepada SIB, Selasa (21/1) di Kecamatan Laubaleng dan Mardinding. Di antaranya, .M Dani Tarigan, Yasin Sinulingga, Najamuddin Depari, warga desa Perbulan. Toni warga Desa Mbalmbal Petarum, Edi Syaputra Sebayang warga Rambahtampu dan Pt Theopilus Sinulaki warga Desa Perbulan.

“Secara rinci, kerugian belum dapat ditaksir berapa. Tapi faktanya saja, padi yang ditanam merupakan tumpuan harapan semua masyarakat di sini untuk mendapatkan beras sebagai kebutuhan setiap musim panen. Lain itu umumnya tidak ada. Walaupun ada, cuma pisang, coklat dan lainnya yang tergolong usaha sampingan,” ujar Depari.

“Kalau sudah disebut, gagal panen, itu menyangkut kebutuhan utama sehari-hari yang nilainya cukup besar. Solusi mengatasi kebutuhan primer tersebut belum tentu ada. Ini yang pelik dipikirkan masyarakat di dua kecamatan ini,” tambah Pt Theopilus.

Warga belum tahu penyakit apa menimpa padi yang ditanam. Padi tidak tumbuh. Tingginya paling 30 cm sampai 50 cm. Kering dan layu berwarna kuning. Petugas Dinas Pertanian yang berada di dua kecamatan ini mengaku belum tahu jenis penyakit yang kini menyerang tanaman padi warga, ujar Sinulaki menambahkan. (BR2/TS/w).



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru