Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Bantu Evakuasi, PMI Kirim Kendaraan Amfibi ke Tanah Karo

- Jumat, 24 Januari 2014 11:19 WIB
332 view
Bantu Evakuasi, PMI Kirim  Kendaraan  Amfibi ke Tanah Karo
Tanah Karo (SIB)-  Mengantisipasi kendala evakuasi jika terjadi  erupsi Sinabung yang lebih buruk Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengirimkan satu unit kenderaan angkut amfibi. Langkah ini dianggap perlu,  melihat topografi kawasan   gunung  yang banyak dihuni  penduduk di area ekstrim.

“Kenderaan ini sangat penting untuk penyelamatan jiwa  warga, apabila aktivitas Sinabung  diluar prediksi banyak pihak,” ujar Ketua PMI Karo dr Diana Br Ginting, didampingi Wakil Ketua Drs Suang Karo-Karo, Sekretaris drg Irna Br Sembiring, kepada wartawan, Rabu (22/1) sore.

Kenderaan amfibi yang dikenal dengan sebutan Hagllunds ini, distandbykan di area Puskesmas  Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, pasca tiba dari Medan yang dikirim langsung dari Jakarta oleh pihak PMI pusat atas permintaan pakai sementara PMI Karo.

“Dalam bencana erupsi Sinabung, kita tidak inginkan adanya korban jiwa.  Target  kita tetap meminimalkan jumlah korban. Kenderaan  angkut ampfibi ini, mampu  beroperasi di medan berat untuk evakuasi warga yang bermukim di  area ekstrim atau melintasi rute curam,”  tambah Diana.

Sementara itu, operator Hagllunds, Tatang, beserta beberapa teknisi yang ikut serta bersama mobil amfibi menjelaskan keunggulan kenderaan tersebut. Di antaranya, mampu menempuh kecepatan 60-70 km/jam. Juga  dapat bermanuver hingga 60-70 derajat, baik di permukaan tanah terjal atau rute menurun.
“Kenderaan ini juga kita  gunakan saat Gunung Merapi meletus beberapa waktu lalu. Sangat membantu mengevakusi warga, lain,” ujar Tatang didampingi beberapa rekannya dari  tim PMI Pusat.

Hingga kemarin sore, aktivitas Sinabung masih tetap tinggi. Hingga pukul 18.00 Wib, terjadi 8 kali erupsi, disertai luncuran awan panas dengan jarak jangkau terjauh 4,5 km. Jumlah pengungsi mencapai 28.715 jiwa (9.045 kk), yang tersebar di 42 camp pengungsian terpisah.

Sementara itu, jelang kedatangan Presiden RI, tampak  pengamanan ekstra ketat dari unsur TNI, Polri, dan  jajaran lainnya. Pangdam I/BB, Mayjen TNI Istu Haris S, beserta rombongan melakukan pantauan di sejumlah titik hingga malam hari. (B1/ r)



 

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru