Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Bupati Karo Konsultasi ke PDAM Tirtanadi untuk Pemulihan Tirta Malem

Redaksi - Kamis, 27 Februari 2020 16:06 WIB
141 view
Bupati Karo Konsultasi ke PDAM Tirtanadi untuk Pemulihan Tirta Malem
SIB/Dok
KUNJUNGI: Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Asisten 2 Ekbang Dapat Kita Sinulingga dan Dirut PDAM Trita Malem Jonara Tarigan mengunjungi Dirut Tirtanadi Trisno Sumantri terkait konsultasi pemulihan PDAM Trita Malem, Selasa (25/2) di Medan.
Tanah Karo (SIB)
Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi Asisten II Ekbang Dapat Kita Sinulingga, Dirut PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan dan mantan Direktur PDAM Tirta Nciho Dairi Rafael Ginting menemui Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Medan untuk konsultasi pemulihan pengelolaan PDAM Tirta Malem, Selasa (25/2) di Medan.

Menurut Terkelin yang diterima Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri, kondisi PDAM Tirta Malem Karo semakin parah, sehingga perlu dilakukan penanganan yang serius agar suplai air bersih di Kabanjahe sekitarnya bisa teratasi. Padahal, ujar Terkelin, sumber mata air di Karo banyak, bahkan ada tambahan mata air dari Aek Bolon, namun semuanya tidak cukup. Akibatnya, permasalahan suplai air PDAM Tirta Malem hingga sekarang tak kunjung stabil, bahkan semakin parah dan collaps.

“Berbagai cara sudah kita tempuh, termasuk sudah membentuk Tim Penyegaran dan Penyehatan PDAM Tirta Malem, namun hal ini juga tidak ada pengaruhnya. Untuk itu kami minta Perpamsi dan Tirtanadi dapat bekerjasama dengan Pemda Karo menuntaskan akar permasalahannya. Jika perlu Tirtanadi dan Perpamsi sebagai perpanjangan tangan bila aturan mengizinkan untuk menilai dalam rekrutmen personel dan administrasi pengelolaan PDAM Tirta Malem,” kata Terkelin.

Sementara Dirut PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri menyambut baik kadatangan Bupati Karo, bahkan meminta jangan sungkan konsultasi demi perubahan, yang penting kerja. Ketua Perpamsi Medan ini juga mengingatkan, di mana-mana persoalan PDAM hampir semua mengalami hal serupa, namun ada rentan batas lamanya persoalan.

“Atas kehadiran pak bupati ini, saya meyakini permasalahan pasti rumit. Jarang ada kepala daerah datang konsultasi, pada umumnya tidak peduli dan tidak ambil pusing,” ujarnya.

Diakui tudingan miring juga dirasakan Tirtanadi. “Tapi alhamdulillah semua dapat kami lalui,” katanya.

Kendati demikian, Trisno menyampaikan strategi pertama yang harus dilakukan antara PDAM Tirta Malem dengan Perpamsi, keduanya membentuk tim kecil, melalui surat penugasan. Tim Perpamsi dan Tim Pemda Karo /PDAM Tirta Malem berkolaborasi dapat "tiktok, tiktok komunikasi” untuk mencari akar permasalahannya, jelasnya.

Jurus ini akan mampu menemukan akar pahit PDAM Tirta Malem, baik segi personel, administrasi dan tarif. Dari sini kita evaluasi dan bisa kita putuskan cara untuk membenahi, yang penting kita inventarisir dulu masalahnya. Menurut Trisno, usulan untuk menemui Gubsu kemudian, tawaran Bupati Karo merupakan langkah yang tepat. “Kita jadwalkan audiensi ke Gubsu ke depan,” ujarnya.

Asisten 2 Ekbang dan Dirut PDAM Tirta Malem Jonara Tarigan mengatakan, akan segera membuat kajian dan konsep surat tugas pembentukan tim kecil sesuai saran Perpamsi dan Tirtanadi untuk diterbitkan Bupati Karo. (K01/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru